Truk Terguling di Flyover Pesing, Sudis Gulkarmat Jakbar Bersihkan Tumpahan Solar dan Oli - Komunitas Todays

Menu

Mode Gelap
Wali Kota Jakarta Barat Hadiri Dialog Aspirasi KADIN, Dorong Sinergi Ekonomi Lintas Sektor PWI Tegaskan Negara Wajib Hadir Lindungi Wartawan, Bukan Sekadar Tanggung Jawab Moral PWI Pusat Tegaskan Kepemimpinan Kesit Budi Handoyo di PWI Provinsi DKI Jakarta PWI Pusat Prihatin Pencabutan Kartu Liputan Istana Wartawan CNN Indonesia PWI Pusat Kembali ke Rumah Lama, Awali Kepengurusan Baru dengan Doa Yatim Piatu

Berita · 10 Jun 2026 19:05 WIB

Truk Terguling di Flyover Pesing, Sudis Gulkarmat Jakbar Bersihkan Tumpahan Solar dan Oli


 Truk Terguling di Flyover Pesing, Sudis Gulkarmat Jakbar Bersihkan Tumpahan Solar dan Oli Perbesar

Jakarta, Komunitastodays.co, – Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Barat menangani tumpahan solar dan oli akibat kecelakaan tunggal sebuah truk di Flyover (FO) Pesing, Kecamatan Kebon Jeruk, pada Rabu (10/6/2026) pagi.

Petugas Pengendali Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Muhammad Qori, menyatakan pihaknya menerjunkan satu unit armada pemadam dengan kekuatan empat personel untuk membersihkan material berbahaya tersebut. Tindakan ini diambil untuk mengantisipasi potensi kecelakaan susulan akibat kondisi jalan yang licin.

“Setelah mendapat informasi, kami langsung menuju lokasi. Kami menyemprot tumpahan solar dan oli sebagai antisipasi agar tidak terjadi kecelakaan lain karena jalanan licin,” ujar Qori di lokasi kejadian.

Berdasarkan pantauan di lokasi antara pukul 09.30 hingga 10.10 WIB, petugas terlihat menyemprotkan cairan khusus bercampur busa pada area awal tanjakan FO Pesing. Penggunaan bahan tambahan dalam air semprotan diduga bertujuan untuk menetralisir tingkat kelincinan permukaan aspal. Selama proses pembersihan berlangsung, arus lalu lintas di FO Pesing sempat dihentikan sementara dan dialihkan melalui Jalan Daan Mogot.

Qori menjelaskan bahwa truk yang terlibat kecelakaan telah dievakuasi dari lokasi. Namun, bagian roda depan truk masih tertinggal di tempat kejadian setelah patah saat menghantam pembatas beton flyover. Sementara itu, muatan truk berupa puluhan karung biji plastik masih berada di lokasi dan siap dipindahkan menggunakan truk bak terbuka.

Sebelumnya, kecelakaan terjadi ketika sebuah truk terguling setelah menabrak beton pembatas jalan di FO Pesing. Insiden tersebut sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Pengemudi truk berinisial S mengaku kehilangan kendali akibat panik saat kendaraan lain menyalip dari sisi kanan. Saat itu, ia sedang melaju dari arah Grogol menuju Semanan, Kalideres.

“Saya kaget karena ada mobil menyalip dari kanan. Saya tidak tahu mobil apa, jadi langsung panik,” kata S kepada wartawan di lokasi.

Akibat kepanikan tersebut, S membanting setir ke kanan hingga truknya menghantam pagar pembatas dan akhirnya terguling. Hingga berita ini diturunkan, proses pembersihan lokasi dan evakuasi sisa muatan masih terus dilakukan oleh petugas terkait.(Farid H)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wali Kota Jakarta Barat Terima Audiensi Pemuda Pelopor, Dorong Generasi Muda Jadi Agen Perubahan

10 June 2026 - 20:37 WIB

Kolaborasi Pers dan Perbankan: PWI Jaya-Bank Jakarta Dorong Karya Jurnalistik Edukatif

10 June 2026 - 20:16 WIB

Festival Dekorasi Kampung Betawi di Rawa Belong Angkat Kearifan Lokal dan Dorong Ekonomi Budaya Warga

10 June 2026 - 19:09 WIB

80 Peserta Ikuti Dialog Cinta Seni dan Budaya di Jakarta Barat

10 June 2026 - 19:00 WIB

Hadapi Risiko Pekerjaan Tergeser AI, Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja

10 June 2026 - 18:55 WIB

Wamenaker: LKS Bipartit Sarana Penting dalam Mencegah Perselisi han Hubungan Industrial Jakarta, Komunitastodays.co, — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa Lembaga Kerja Sama (LKS) Bipartit merupakan sarana penting dalam mencegah perselisihan hubungan industrial melalui penguatan komunikasi dan dialog antara pekerja dan pengusaha di tempat kerja. “LKS Bipartit hadir sebagai forum komunikasi dan konsultasi yang berfungsi memecahkan persoalan ketenagakerjaan secara dini sekaligus menciptakan ketenangan bekerja. Karena itu, LKS Bipartit tidak boleh dipandang sekadar sebagai kewajiban administratif perusahaan,” kata Afriansyah. Afriansyah menyampaikan hal tersebut saat membuka Webinar Sharing Session bertajuk “Menuju Hubungan Industrial Bebas Konflik melalui LKS Bipartit” yang diselenggarakan secara daring, Selasa (9/6/2026). Berdasarkan data Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP), hingga April 2026 tercatat sebanyak 28.236 LKS Bipartit telah terbentuk di berbagai pe rusahaan di Indonesia. Keberadaan forum tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat dialog sosial dan membangun hubungan industrial yang harmonis. Afriansyah mengatakan, berbagai perselisihan hubungan industrial umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba. Perselisihan sering kali berawal dari komunikasi yang tersendat, aspirasi yang tidak tersampaikan, atau kebijakan perusahaan yang belum dipahami secara utuh oleh para pihak. “LKS Bipartit berperan sebagai ruang dialog awal, ruang klarifikasi, sekaligus mekanisme deteksi dini terhadap potensi persoalan di tingkat perusahaan,” ujarnya. Menurutnya, apabila forum tersebut berfungsi dengan baik, berbagai persoalan dapat dibicarakan sebelum berkembang menjadi perselisihan terbuka. Aspirasi pekerja dapat didengar lebih awal, sementara perusahaan memiliki ruang untuk menjelaskan kebijakan dan kondisi usaha secara terbuka sehingga solusi dapat dicari bersama. Ia menambahkan, semangat dialog dan musyawa rah tersebut sejalan dengan nilai-nilai Hubungan Industrial Pancasila yang terus didorong penerapannya di lingkungan kerja. “Kehadiran pemerintah dalam hubungan industrial bukan untuk memenangkan salah satu pihak, melainkan memastikan ruang dialog tetap terbuka, hak-hak pekerja terlindungi, dan keberlangsungan usaha tetap terjaga,” tegas Afriansyah. Melalui webinar ini, ia berharap pemahaman mengenai LKS Bipartit tidak berhenti pada aspek pemenuhan regulasi, tetapi berkembang menjadi praktik nyata yang dijalankan secara aktif dan dipercaya oleh pekerja maupun pengusaha. Dengan demikian, potensi perselisihan dapat dikenali, dibicarakan, dan diselesaikan sejak dini demi terciptanya hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkelanjutan.(David)

10 June 2026 - 18:37 WIB

Trending di Berita