Kolaborasi Pers dan Perbankan: PWI Jaya-Bank Jakarta Dorong Karya Jurnalistik Edukatif - Komunitas Todays

Menu

Mode Gelap
Wali Kota Jakarta Barat Hadiri Dialog Aspirasi KADIN, Dorong Sinergi Ekonomi Lintas Sektor PWI Tegaskan Negara Wajib Hadir Lindungi Wartawan, Bukan Sekadar Tanggung Jawab Moral PWI Pusat Tegaskan Kepemimpinan Kesit Budi Handoyo di PWI Provinsi DKI Jakarta PWI Pusat Prihatin Pencabutan Kartu Liputan Istana Wartawan CNN Indonesia PWI Pusat Kembali ke Rumah Lama, Awali Kepengurusan Baru dengan Doa Yatim Piatu

Berita · 10 Jun 2026 20:16 WIB

Kolaborasi Pers dan Perbankan: PWI Jaya-Bank Jakarta Dorong Karya Jurnalistik Edukatif


 Kolaborasi Pers dan Perbankan: PWI Jaya-Bank Jakarta Dorong Karya Jurnalistik Edukatif Perbesar

Jakarta, Komunitastodays.co, – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya berkolaborasi dengan menghadirkan Kategori Khusus Literasi Keuangan Bank Jakarta dalam ajang Lomba Karya Jurnalistik Mohammad Hoesni Thamrin (MHT). Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi keuangan masyarakat sekaligus mendorong lahirnya karya-karya jurnalistik berkualitas yang mampu mengedukasi publik mengenai peran strategis sektor perbankan dalam pembangunan ekonomi daerah.

Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo menegaskan, bahwa kehadiran kategori khusus tersebut merupakan bentuk sinergi positif antara dunia pers dan industri perbankan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurutnya, media memiliki posisi strategis sebagai jembatan informasi yang mampu menghadirkan pemberitaan yang akurat, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Melalui Kategori Khusus Literasi Keuangan yang didukung Bank Jakarta ini, kami berharap para jurnalis dapat menghasilkan karya yang tidak hanya unggul secara jurnalistik, tetapi juga mampu memperluas pemahaman masyarakat mengenai kontribusi sektor perbankan terhadap pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kesit dalam konferensi pers pada Rabu (10/8/2026).

Ia menambahkan, kompetisi ini menjadi ruang kreatif bagi insan pers untuk mengangkat berbagai inovasi dan kontribusi Bank Jakarta, mulai dari transformasi digital, layanan perbankan modern, program pemberdayaan masyarakat, hingga dukungan terhadap pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jakarta, , menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai layanan keuangan yang aman, mudah diakses, dan berkelanjutan.

“Kami meyakini media memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman publik mengenai layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui kompetisi ini, kami berharap lahir berbagai karya yang mampu menggambarkan secara objektif inovasi, program, dan kontribusi Bank Jakarta bagi masyarakat serta pembangunan ekonomi daerah,” katanya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, . Ia berharap kategori khusus tersebut dapat menjadi pemicu lahirnya karya jurnalistik yang informatif, edukatif, dan inspiratif.

“Melalui karya jurnalistik yang akurat dan berimbang, semangat edukasi yang diusung dalam kategori ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan literasi keuangan masyarakat,” ujarnya.

Kategori Khusus Literasi Keuangan Bank Jakarta terbuka bagi seluruh wartawan media massa di Indonesia. Peserta dapat berkompetisi dalam tiga kategori, yakni Berita Feature, Artikel Opini, dan Foto Feature.

Panitia menetapkan tiga tema utama yang dapat dipilih peserta, yaitu Penguatan UMKM, Digitalisasi Perbankan Jakarta, dan Ekosistem Keuangan Perbankan. Setiap karya wajib mencantumkan kata kunci “Bank Jakarta” dan dapat memanfaatkan berbagai sumber informasi resmi yang disediakan oleh Bank Jakarta.

Batas akhir pengiriman karya ditetapkan pada 31 Juli 2026. Pada tahap seleksi awal, dewan juri akan memilih lima karya terbaik dari masing-masing kategori untuk melaju ke tahap penilaian akhir.

Penjurian dilakukan secara ketat berdasarkan sejumlah indikator. Untuk kategori Berita Feature, aspek yang dinilai meliputi kedalaman liputan, kekuatan human interest, relevansi tema, kualitas penulisan, akurasi data, dan orisinalitas karya. Sementara kategori Artikel Opini menitikberatkan pada kekuatan argumentasi, penggunaan data dan referensi, kedalaman analisis, relevansi tema, serta kebaruan gagasan. Adapun kategori Foto Feature akan dinilai dari kemampuan visual dalam bercerita, nilai jurnalistik, relevansi tema, kualitas teknis dan komposisi foto, serta kekuatan caption.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyediakan trofi, piagam penghargaan, dan hadiah uang tunai sebesar Rp15 juta bagi juara pertama pada setiap kategori. Selain itu, dua nominee terbaik di masing-masing kategori akan memperoleh piagam penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp5 juta.

Melalui kategori khusus ini, Bank Jakarta diharapkan memperoleh manfaat strategis berupa meningkatnya literasi masyarakat terhadap produk dan layanan perbankan, penguatan reputasi sebagai bank pembangunan daerah yang modern dan inovatif, serta perluasan eksposur positif melalui berbagai publikasi media massa.

PWI Jaya dan Bank Jakarta berharap kolaborasi ini dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, meningkatkan kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan, serta memperkuat sinergi antara media, masyarakat, dan dunia perbankan di tengah percepatan transformasi digital.(Ferry)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wali Kota Jakarta Barat Terima Audiensi Pemuda Pelopor, Dorong Generasi Muda Jadi Agen Perubahan

10 June 2026 - 20:37 WIB

Festival Dekorasi Kampung Betawi di Rawa Belong Angkat Kearifan Lokal dan Dorong Ekonomi Budaya Warga

10 June 2026 - 19:09 WIB

Truk Terguling di Flyover Pesing, Sudis Gulkarmat Jakbar Bersihkan Tumpahan Solar dan Oli

10 June 2026 - 19:05 WIB

80 Peserta Ikuti Dialog Cinta Seni dan Budaya di Jakarta Barat

10 June 2026 - 19:00 WIB

Hadapi Risiko Pekerjaan Tergeser AI, Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja

10 June 2026 - 18:55 WIB

Wamenaker: LKS Bipartit Sarana Penting dalam Mencegah Perselisi han Hubungan Industrial Jakarta, Komunitastodays.co, — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa Lembaga Kerja Sama (LKS) Bipartit merupakan sarana penting dalam mencegah perselisihan hubungan industrial melalui penguatan komunikasi dan dialog antara pekerja dan pengusaha di tempat kerja. “LKS Bipartit hadir sebagai forum komunikasi dan konsultasi yang berfungsi memecahkan persoalan ketenagakerjaan secara dini sekaligus menciptakan ketenangan bekerja. Karena itu, LKS Bipartit tidak boleh dipandang sekadar sebagai kewajiban administratif perusahaan,” kata Afriansyah. Afriansyah menyampaikan hal tersebut saat membuka Webinar Sharing Session bertajuk “Menuju Hubungan Industrial Bebas Konflik melalui LKS Bipartit” yang diselenggarakan secara daring, Selasa (9/6/2026). Berdasarkan data Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP), hingga April 2026 tercatat sebanyak 28.236 LKS Bipartit telah terbentuk di berbagai pe rusahaan di Indonesia. Keberadaan forum tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat dialog sosial dan membangun hubungan industrial yang harmonis. Afriansyah mengatakan, berbagai perselisihan hubungan industrial umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba. Perselisihan sering kali berawal dari komunikasi yang tersendat, aspirasi yang tidak tersampaikan, atau kebijakan perusahaan yang belum dipahami secara utuh oleh para pihak. “LKS Bipartit berperan sebagai ruang dialog awal, ruang klarifikasi, sekaligus mekanisme deteksi dini terhadap potensi persoalan di tingkat perusahaan,” ujarnya. Menurutnya, apabila forum tersebut berfungsi dengan baik, berbagai persoalan dapat dibicarakan sebelum berkembang menjadi perselisihan terbuka. Aspirasi pekerja dapat didengar lebih awal, sementara perusahaan memiliki ruang untuk menjelaskan kebijakan dan kondisi usaha secara terbuka sehingga solusi dapat dicari bersama. Ia menambahkan, semangat dialog dan musyawa rah tersebut sejalan dengan nilai-nilai Hubungan Industrial Pancasila yang terus didorong penerapannya di lingkungan kerja. “Kehadiran pemerintah dalam hubungan industrial bukan untuk memenangkan salah satu pihak, melainkan memastikan ruang dialog tetap terbuka, hak-hak pekerja terlindungi, dan keberlangsungan usaha tetap terjaga,” tegas Afriansyah. Melalui webinar ini, ia berharap pemahaman mengenai LKS Bipartit tidak berhenti pada aspek pemenuhan regulasi, tetapi berkembang menjadi praktik nyata yang dijalankan secara aktif dan dipercaya oleh pekerja maupun pengusaha. Dengan demikian, potensi perselisihan dapat dikenali, dibicarakan, dan diselesaikan sejak dini demi terciptanya hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkelanjutan.(David)

10 June 2026 - 18:37 WIB

Trending di Berita