"Kami Takut Tidur Saat Hujan” – Kisah Haru Janda Tua!

Menu

Mode Gelap
Wali Kota Jakarta Barat Hadiri Dialog Aspirasi KADIN, Dorong Sinergi Ekonomi Lintas Sektor PWI Tegaskan Negara Wajib Hadir Lindungi Wartawan, Bukan Sekadar Tanggung Jawab Moral PWI Pusat Tegaskan Kepemimpinan Kesit Budi Handoyo di PWI Provinsi DKI Jakarta PWI Pusat Prihatin Pencabutan Kartu Liputan Istana Wartawan CNN Indonesia PWI Pusat Kembali ke Rumah Lama, Awali Kepengurusan Baru dengan Doa Yatim Piatu

Berita · 6 Sep 2025 15:08 WIB

Miris! Janda Tua di Kab.Tangerang Tidur di Rumah Nyaris Roboh, Tiap Hujan Harus Mengungsi


 Miris! Janda Tua di Kab.Tangerang Tidur di Rumah Nyaris Roboh, Tiap Hujan Harus Mengungsi Perbesar

Komunitastodays.co – Kab.Tangerang| Kisah pilu seorang janda tua bersama anaknya, yang tinggal sebuah rumah yang kondisinya jauh dari kata layak. Dinding bambu keropos, tiang penyangga patah dan hanya diganjal seadanya, sementara atap bocor di berbagai sudut, di rumah rapuh itu.

Janda tua yang bertempat tinggal di Kampung Kosambi, RT.13/RW.06 Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang ini seakan mengenaskan.

Di tengah gencarnya program rumah layak huni, seorang janda tua di Kab.Tangerang justru hidup di rumah yang hampir roboh. Setiap hujan deras datang, ia harus mengungsi demi selamat.

Pemilik rumah bernama Jenab seorang janda yang tinggal di rumah tidak layak huni tersebut mengatakan, setiap kali hujan deras datang, rasa takut selalu menghantui.

Baca Juga: Vihara Hemadhiro Mettavati Gelar Bakti Sosial Pengobatan Gratis untuk Warga Kelurahan Kapuk

“Air masuk dari atap, sementara angin kencang membuat mereka terpaksa mengungsi ke rumah tetangga. “Kalau hujan besar, kami tidak berani tidur. Rumah ini sudah rapuh sekali,” ucap Jenab dengan nada sedih. Jum’at (5/9/25).

Baca Juga: The PRAKARSA Luncurkan Riset Kemiskinan Multidimensi di Indonesia 2012-2021

Ia berharap ingin tinggal dirumah yang lebih kuat, supaya bisa tidur tanpa takut atap jatuh menimpa kami.

Ditempat yang sama, anak semata wayangnya Jenab sebut saja Mawar mengucapkan, saya bekerja serabutan dengan penghasilan tak menentu.

“Hasilnya hanya cukup untuk makan sehari-hari, jauh dari cukup untuk memperbaiki rumah yang hampir runtuh. Harapan kami memiliki rumah layak huni hanya sebatas angan yang belum tahu kapan bisa terwujud,” ungkapnya dengan nada sedih.

Hingga berita ini diturunkan, tim belum berhasil menghubungi pihak instansi pemerintah setempat untuk mengonfirmasi perihal kondisi rumah Jenab.

Artikel ini telah dibaca 67 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

1 May 2026 - 16:27 WIB

Kemnaker–Transjakarta Teken MoU, Buka Akses Kerja di Sektor Transportasi

1 May 2026 - 13:38 WIB

Menaker: Pemerintah Perkuat Perlindungan Pekerja melalui Regulasi Pembatasan Alih Daya

1 May 2026 - 13:32 WIB

Dibawah Guyuran Hujan, Kasad Lantik 1.202 Perwira Remaja Diktukpa TNI AD Gelombang I TA 2026

1 May 2026 - 13:22 WIB

Pemkot Jakbar Hadiri Penyerahan Sertifikat Aset PLN, Perkuat Pengamanan Aset Negara

1 May 2026 - 13:18 WIB

Diduga Aktivitas Cut and Fill Tanpa Koordinasi, Kelurahan Kabil Pertanyakan Legalitas PT Perambah Batam Expresco

1 May 2026 - 13:14 WIB

Trending di Berita