Stop Perusakan. Ingat, Fasilitas itu Dibangun dari Pajakmu!

Menu

Mode Gelap
Wali Kota Jakarta Barat Hadiri Dialog Aspirasi KADIN, Dorong Sinergi Ekonomi Lintas Sektor PWI Tegaskan Negara Wajib Hadir Lindungi Wartawan, Bukan Sekadar Tanggung Jawab Moral PWI Pusat Tegaskan Kepemimpinan Kesit Budi Handoyo di PWI Provinsi DKI Jakarta PWI Pusat Prihatin Pencabutan Kartu Liputan Istana Wartawan CNN Indonesia PWI Pusat Kembali ke Rumah Lama, Awali Kepengurusan Baru dengan Doa Yatim Piatu

Berita · 31 Aug 2025 13:38 WIB

Lindungi Sesama, Rawat Fasilitas Negara: Suara Kita Tak Butuh Kekerasan!


 Lindungi Sesama, Rawat Fasilitas Negara: Suara Kita Tak Butuh Kekerasan! Perbesar

Komunitastodays.co – Jakarta| Aspirasi yang kita bawa sejatinya adalah untuk kepentingan rakyat. Namun, merusak dan menjarah fasilitas umum justru menghancurkan kepentingan rakyat itu sendiri.

Fasilitas publik dibangun dari pajak rakyat seperti bandara, pelabuhan, stasiun, rumah sakit, sekolah, kantor pemerintahan, fasilitas Polri dan TNI, jalan raya, jembatan, hingga taman kota bukanlah milik segelintir orang, melainkan milik seluruh masyarakat. Setiap kerusakan, setiap penjarahan, akan kembali menyakiti kita semua—terutama mereka yang paling rentan.

Kerusakan pada fasilitas tersebut bukan hanya masalah aset negara, tetapi juga menghambat kehidupan sehari-hari rakyat kecil.

Bandara atau pelabuhan rusak → ribuan orang gagal bepergian, logistik terhenti.

Rumah sakit hancur → nyawa pasien terancam.

Kantor pemerintahan diserang → pelayanan publik terhenti.

Polri/TNI disabotase → keamanan warga terganggu.

Pedagang kecil kehilangan rezeki karena pasar dijarah.

Selain itu, tindakan anarkis sering melukai warga minoritas dan sesama warga. Ingatlah, mereka adalah saudara kita, sebangsa setanah air. Merusak dan menyakiti sesama hanya memperlebar luka bangsa.

Baca juga: Vihara Hemadhiro Mettavati Gelar Bakti Sosial Pengobatan Gratis untuk Warga Kelurahan Kapuk

Lindungi Sesama Warga, Jangan Sakiti Minoritas

Dalam setiap kerusuhan, sering kali warga minoritas, pedagang kecil, dan masyarakat biasa yang paling menderita. Menjarah dan merusak bukanlah bentuk perjuangan, melainkan tindakan yang menyakiti sesama saudara sebangsa.

Pedagang kehilangan sumber penghasilan.

Warga minoritas merasa terancam.

Anak-anak dan lansia menjadi korban ketakutan.

Baca juga: Air Mengalir, Asa pun Tumbuh: Kasad Resmikan Fasilitas Pengairan untuk Petani Brebes

Jalan yang Benar: Aspirasi Damai

Perubahan besar lahir dari kebersamaan dan perjuangan damai, bukan dari perusakan. Kita bisa menyampaikan suara dengan cara yang elegan, tanpa merusak fasilitas yang menjadi urat nadi kehidupan bangsa.

Mari jaga fasilitas umum, lindungi warga minoritas, dan rawat bangsa bersama. Aspirasi sejati bukan menghancurkan, tapi membangun.

Mari kita suarakan aspirasi dengan cara yang terhormat, damai, dan bermartabat. Karena menjaga fasilitas publik berarti menjaga kepentingan rakyat, melindungi minoritas, dan memastikan bangsa tetap utuh.

Editor: David Nainggolan

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

1 May 2026 - 16:27 WIB

Kemnaker–Transjakarta Teken MoU, Buka Akses Kerja di Sektor Transportasi

1 May 2026 - 13:38 WIB

Dibawah Guyuran Hujan, Kasad Lantik 1.202 Perwira Remaja Diktukpa TNI AD Gelombang I TA 2026

1 May 2026 - 13:22 WIB

Pemkot Jakbar Hadiri Penyerahan Sertifikat Aset PLN, Perkuat Pengamanan Aset Negara

1 May 2026 - 13:18 WIB

Diduga Aktivitas Cut and Fill Tanpa Koordinasi, Kelurahan Kabil Pertanyakan Legalitas PT Perambah Batam Expresco

1 May 2026 - 13:14 WIB

PWI Pokja Wali Kota Jakarta Timur Resmi Dikukuhkan, Kolaborasi Media-Pemerintah Kian Solid

30 April 2026 - 21:33 WIB

Trending di Berita