Anggota DPD RI dan Lions Club Indonesia Serah Terima Fasilitas Penyulingan Air Siap Minum di Kelurahan Kapuk, Jakbar - Komunitas Todays

Menu

Mode Gelap
Wali Kota Jakarta Barat Hadiri Dialog Aspirasi KADIN, Dorong Sinergi Ekonomi Lintas Sektor PWI Tegaskan Negara Wajib Hadir Lindungi Wartawan, Bukan Sekadar Tanggung Jawab Moral PWI Pusat Tegaskan Kepemimpinan Kesit Budi Handoyo di PWI Provinsi DKI Jakarta PWI Pusat Prihatin Pencabutan Kartu Liputan Istana Wartawan CNN Indonesia PWI Pusat Kembali ke Rumah Lama, Awali Kepengurusan Baru dengan Doa Yatim Piatu

Metropolitan · 19 Jul 2024 16:45 WIB

Anggota DPD RI dan Lions Club Indonesia Serah Terima Fasilitas Penyulingan Air Siap Minum di Kelurahan Kapuk, Jakbar


 Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Jakarta, Komunitastodays, – Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI Sylviana Murni berkerja sama Lions Club Indonesia melaksanakan serah terima Fasilitas Penyulingan air siap minum di Kantor Kelurahan Kapuk Kecamatan Cengkareng, Jum’at (19/7/2024).

Penyerahan serah terima ini dihadiri oleh team Lions Club Indonesia Ketua pelaksana Honggo Affandi, Ketua panitia konvensi Ibu Khong Meike Suhartono, Dewan Pengarah PCC Eveline Chandra, Lurah Kapuk Achmad Subhan dan di dampingi Sekertaris Moh Khabib Khoriri, Kasatpol PP Kelurahan Kapuk Herman, PPSU Miskul.

Dalam sambutan Ketua pelaksana Honggo Affandi mengatakan kami menyerahkan serah terima kepada Lurah Kapuk Achmad Subhan berserta jajarannya dengan terpasangnya alat RO sehingga menghasilkan air bersih siap minum.

” Harapan kami Sumbangan dari vendor air siap minum ini bisa menjadi bermanfaat buat warga masyarakat kelurahan kapuk dan kalau ada masalah penyulingan RO kita bisa selesaikan dengan laporan yang terkait,” ujarnya.

Lurah Kapuk Achamd Subhan di dampingi Sekertaris Moh Khabib Khoriri bersama Kasatpol PP Herman Mengucapkan terimakasih kepada DPD RI Prof. Sylviana Murni yang telah Menyerap Aspirasi masyarakat yang berkerja sama dengan Lions Club Indonesia dalam membangun depot air bersih yang baik untuk di konsumsi yaitu di minum.

” Alhamdulillah Lions Club Indonesia banyak membantu pemasangan penyulingan air bersih siap di Minum, memang sangat membantu dan tidak perlu membawa kemasan-kemasan lagi karena sudah terpasang air minum langsung dari sumbernya tinggal bawa gelas untuk minum,” tutup lurah. (FN)

Artikel ini telah dibaca 52 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Festival Dekorasi Kampung Betawi di Rawa Belong Angkat Kearifan Lokal dan Dorong Ekonomi Budaya Warga

10 June 2026 - 19:09 WIB

Truk Terguling di Flyover Pesing, Sudis Gulkarmat Jakbar Bersihkan Tumpahan Solar dan Oli

10 June 2026 - 19:05 WIB

80 Peserta Ikuti Dialog Cinta Seni dan Budaya di Jakarta Barat

10 June 2026 - 19:00 WIB

Hadapi Risiko Pekerjaan Tergeser AI, Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja

10 June 2026 - 18:55 WIB

Wamenaker: LKS Bipartit Sarana Penting dalam Mencegah Perselisi han Hubungan Industrial Jakarta, Komunitastodays.co, — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa Lembaga Kerja Sama (LKS) Bipartit merupakan sarana penting dalam mencegah perselisihan hubungan industrial melalui penguatan komunikasi dan dialog antara pekerja dan pengusaha di tempat kerja. “LKS Bipartit hadir sebagai forum komunikasi dan konsultasi yang berfungsi memecahkan persoalan ketenagakerjaan secara dini sekaligus menciptakan ketenangan bekerja. Karena itu, LKS Bipartit tidak boleh dipandang sekadar sebagai kewajiban administratif perusahaan,” kata Afriansyah. Afriansyah menyampaikan hal tersebut saat membuka Webinar Sharing Session bertajuk “Menuju Hubungan Industrial Bebas Konflik melalui LKS Bipartit” yang diselenggarakan secara daring, Selasa (9/6/2026). Berdasarkan data Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP), hingga April 2026 tercatat sebanyak 28.236 LKS Bipartit telah terbentuk di berbagai pe rusahaan di Indonesia. Keberadaan forum tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat dialog sosial dan membangun hubungan industrial yang harmonis. Afriansyah mengatakan, berbagai perselisihan hubungan industrial umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba. Perselisihan sering kali berawal dari komunikasi yang tersendat, aspirasi yang tidak tersampaikan, atau kebijakan perusahaan yang belum dipahami secara utuh oleh para pihak. “LKS Bipartit berperan sebagai ruang dialog awal, ruang klarifikasi, sekaligus mekanisme deteksi dini terhadap potensi persoalan di tingkat perusahaan,” ujarnya. Menurutnya, apabila forum tersebut berfungsi dengan baik, berbagai persoalan dapat dibicarakan sebelum berkembang menjadi perselisihan terbuka. Aspirasi pekerja dapat didengar lebih awal, sementara perusahaan memiliki ruang untuk menjelaskan kebijakan dan kondisi usaha secara terbuka sehingga solusi dapat dicari bersama. Ia menambahkan, semangat dialog dan musyawa rah tersebut sejalan dengan nilai-nilai Hubungan Industrial Pancasila yang terus didorong penerapannya di lingkungan kerja. “Kehadiran pemerintah dalam hubungan industrial bukan untuk memenangkan salah satu pihak, melainkan memastikan ruang dialog tetap terbuka, hak-hak pekerja terlindungi, dan keberlangsungan usaha tetap terjaga,” tegas Afriansyah. Melalui webinar ini, ia berharap pemahaman mengenai LKS Bipartit tidak berhenti pada aspek pemenuhan regulasi, tetapi berkembang menjadi praktik nyata yang dijalankan secara aktif dan dipercaya oleh pekerja maupun pengusaha. Dengan demikian, potensi perselisihan dapat dikenali, dibicarakan, dan diselesaikan sejak dini demi terciptanya hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkelanjutan.(David)

10 June 2026 - 18:37 WIB

Jakarta Barat Gencarkan Penertiban Parkir Liar, Ratusan Motor Ditindak OCP

10 June 2026 - 12:17 WIB

Trending di Berita