Yogya,Komunitastodays,- Dirjen KSDAE, Ir. Wiratno, M.Sc di sela-sela acara Presidensi G20 yang dilaksanakan di Yogyakarta berkesempatan melakukan pembinaan dalam rangka pemanfaatan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) kepada calon penangkar mamalia jenis binturong (Arctictis binturong) yang dikelola PT. Alpha Natura Mataram yang berlokasi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (22/3/2022).
Jalan panjang telah ditempuh PT. Alpha Natura Mataram untuk mewujudkan penangkaran binturong yang sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Binturong (Arctictis binturong) merupakan jenis mamalia yang dilindungi Undang-Undang berdasarkan Peraturan Menteri LHK No.P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 dan termasuk dalam daftar Appendix III CITES.
Proses pengembangbiakan binturong di masyarakat dilakukan melalui mekanisme ijin penangkaran yang telah diatur dalam peraturan perundangan yang berlaku. Sesuai Permen LHK No. 3 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha Pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Lingkungan Hidup Dan Kehutanan, saat ini PT. Alpha Natura Mataram sedang berproses di sistem OSS (One Single Submission) untuk legalitas kegiatan penangkaran tersebut.
Ditemui saat kunjungan ke calon penangkaran binturong, Dirjen KSDAE, Ir. Wiratno M.Sc menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada PT Alpha Natura Mataram atas dukungannya dalam upaya pelestarian satwa binturong di Indonesia “Apresiasi yang tinggi kami berikan kepada PT Alpha Natura Mataram yang berlokasi di Sleman, DIY atas partisipasi dan dukungannya terhadap upaya pelestarian satwa binturong di Indonesia.
PT Alpha Natura Mataram dengan serius berupaya mewujudkan penangkaran satwa dilindungi yang terlihat dari kondisi fasilitas sarana prasarana yang dibangun dan keseriusan untuk mendukung kajian penentuan status generasi Binturong. Menurut saya spirit mereka itu keren.” kata Wiratno.
Melalui kerjasama dengan Lab. Genetika, Pemuliaan dan Reproduksi, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro yang melibatkan pakar craniometri Ir. Daud Samsudewa, S.Pt, M.Si, P.hD, IPM, serta adanya pendampingan dari Balai KSDA Yogyakarta, PT Alpa Natura Mataram melakukan proses penentuan status generasi satwa binturong yang akan ditangkarkan tersebut.
Dengan menggunakan metode pengukuran craniometri (pengukuran tulang tengkorak), akan dapat ditentukan status generasi satwa binturong yang dimiliki PT Alpha Natura Mataram.(Ferry)









