Jakarta, Komunitastodays.co, – Terpilihnya Putra Naibaho sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) membawa semangat baru bagi kader-kader muda Marhaenis di berbagai daerah. Di balik amanah tersebut, Putra menilai sosok Totok Suryawan Soekarnoputra memiliki peran penting sebagai inspirator, guru, sekaligus teman seperjuangan yang memberikan banyak arahan dalam proses kaderisasinya.
Menurut Putra, Totok Soekarnoputra dikenal luas sebagai figur yang mampu menjembatani warisan pemikiran Bung Karno dengan tantangan kebangsaan di era modern. Pengalaman dalam berbagai aktivitas sosial, politik, dan kebangsaan menjadikannya sosok yang dihormati sekaligus dekat dengan kader di berbagai tingkatan.
Ia menilai karakter kepemimpinan Totok yang terbuka, sederhana, dan komunikatif membuatnya diterima oleh berbagai kalangan. Konsistensinya dalam mendorong penguatan ideologi Marhaenisme untuk mewujudkan keadilan sosial, kemandirian bangsa, dan keberpihakan kepada rakyat kecil juga menjadi alasan banyak kader menaruh harapan besar terhadap kiprahnya sebagai Dewan Penasehat DPP GPM periode 2026–2030.
“Saya sangat terinspirasi oleh cara beliau menjalani kehidupan. Meskipun lahir dari trah Bung Karno, beliau tidak menunjukkan sikap elitis, melainkan hidup sederhana layaknya rakyat biasa. Bahkan dalam persiapan Kongres XI GPM, beliau secara langsung mendampingi saya mengantarkan proposal dan berbagai surat ke kantor-kantor pemerintah di Jakarta. Saya merasa terharu melihat bagaimana beliau membaur dan berjuang bersama kader,” ujar Putra di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).
Putra menambahkan, selain menjadi sosok inspiratif, Totok juga dikenal sebagai pembimbing yang aktif membuka ruang belajar bagi generasi muda melalui forum diskusi, pendidikan kader, dan berbagai kegiatan kebangsaan. Dalam setiap kesempatan, ia menanamkan pentingnya menjaga persatuan nasional, memperkuat semangat gotong royong, serta membangun kesadaran politik yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Kedekatannya dengan kader membuat Totok tidak hanya dihormati sebagai tokoh, tetapi juga dipandang sebagai rekan seperjuangan yang memahami tantangan generasi muda. Ia kerap menegaskan bahwa nilai-nilai Marhaenisme harus diwujudkan melalui langkah nyata, seperti penguatan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan masyarakat, hingga keterlibatan aktif dalam menjaga demokrasi dan kedaulatan bangsa.
Putra juga mengungkapkan bahwa dukungan dan motivasi dari Totok menjadi salah satu faktor yang menguatkan langkahnya menjelang Kongres XI GPM. Ia mengaku sempat ragu untuk menghadiri kongres tersebut, namun terus mendapat dorongan agar tetap hadir sebagai bentuk komitmen terhadap persatuan kader Gerakan Pemuda Marhaenis di seluruh Indonesia.
“Beliau terus menghubungi saya dan memberikan nasihat yang membangkitkan keyakinan untuk tetap hadir dan berjuang bersama kader-kader GPM dari seluruh Indonesia. Dukungan beliau menjadi salah satu energi besar yang menguatkan langkah saya hingga akhirnya saya dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal DPP GPM melalui musyawarah mufakat,” tuturnya.
Dengan pengalaman, komitmen ideologis, serta kedekatan dengan kader di berbagai daerah, Totok Soekarnoputra dinilai menjadi salah satu figur yang diharapkan mampu menjaga kesinambungan nilai-nilai perjuangan Bung Karno di tengah dinamika bangsa saat ini.
Kader-kader Marhaenis pun optimistis semangat Marhaenisme akan terus berkembang melalui kaderisasi yang kuat, kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat, serta komitmen bersama untuk mewujudkan cita-cita keadilan sosial dan kedaulatan bangsa Indonesia. (Robert)









