Komunitastodays.co – Jaringan Nasional Pemuda Hijau berkolaborasi dengan Program Doktoral Kependudukan dan Lingkungan Hidup Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar Seminar Nasional Refleksi Pemuda 2025 di Auditorium Kampus UNJ, Rawamangun, Jakarta Timut. Sabtu (20/12). Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi pemuda lintas sektor untuk memperkuat peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
Seminar bertema “Rembuk Bersama Pemuda Hijau, Edukatif, Partisipatif, dan Berkelanjutan” tersebut diikuti sekitar 500–600 peserta dari berbagai daerah, terdiri atas organisasi kepemudaan, lembaga swadaya masyarakat, akademisi, dan mitra pemerhati lingkungan.
G. Borlak, S.Sos., M.M., mahasiswa Program Doktoral Kependudukan dan Lingkungan Hidup Universitas Nasional Jakarta, menegaskan bahwa seminar ini dirancang sebagai bagian dari gerakan sosial jangka panjang, bukan sekadar agenda akademik.
“Ini memang agenda akhir tahun program doktoral, tetapi lebih dari itu merupakan awal gerakan bersama. Sebelumnya kami sudah melakukan penanaman di Cirebon dan Sukabumi. Hari ini kami menekankan pentingnya edukasi, penanaman, dan perawatan lingkungan secara kolektif,” kata Borlak.
Menurut dia, keberlanjutan gerakan lingkungan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan langsung masyarakat. Karena itu, Jaringan Nasional Pemuda Hijau menargetkan pengembangan kegiatan hingga tingkat kecamatan, desa, bahkan rukun warga.
Baca Juga: PWI Jakarta Barat Mantapkan Soliditas, Targetkan Kantor Tetap di Lingkungan Wali Kota
“Gerakan ini tidak boleh berhenti di forum seminar. Harus ada tindak lanjut nyata di lapangan melalui penanaman dan perawatan lingkungan secara rutin,” ujarnya.
Baca Juga: Kapolri Ultimatum Mafia Kayu: Saya Kejar Sampai Tuntas
Borlak juga menyoroti keterkaitan erat antara dinamika kependudukan dan kualitas lingkungan. Ia menilai kerusakan lingkungan akan berdampak langsung terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat.
“Dalam kehidupan ini hanya ada dua elemen utama, penduduk dan lingkungan. Jika lingkungan rusak, maka kualitas sosial, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat ikut terdampak,” katanya.
Sebagai ketua pelaksana kegiatan, Borlak menyampaikan amanat Rektor UNJ agar inisiatif Pemuda Hijau terus berlanjut dan menjangkau akar rumput. Ia mengajak generasi muda mengubah pola pikir dari eksploitasi menuju perawatan lingkungan.
“Saat ini banyak orang berlomba mengambil hasil dari alam. Ke depan, mari kita berlomba menanam dan merawat. Ini adalah ikhtiar bersama untuk masa depan bangsa,” ujarnya.










