Jakarta, Komunitastodays.co,- Ketua umum APTABI Edi Ramawijaya menyampaikan kebijakan ini bukan sekadar persoalan teknis pemugaran fisik, melainkan sebuah manifestasi luhur dari upaya memuliakan Borobudur melalui pendekatan spiritualitas berkebudayaan yang menempatkan warisan leluhur sebagai entitas spiritual yang hidup dan dinamis”.
“Sejalan dengan kedudukannya sebagai monumen sakral, Borobudur memerlukan penyempurnaan simbolisme teologis yang direpresentasikan melalui keberadaan Chattra. Dalam perspektif spiritualitas berkebudayaan, Chattra bukan hanya komponen arsitektural tambahan, melainkan payung suci yang melambangkan perlindungan serta puncak pencerahan dalam kosmologi Buddhis. APTABI memandang bahwa kehadiran kembali Chattra akan mengembalikan muruah spiritual candi, sekaligus memperkuat kaitan antara nilai historis objek dengan praktik devosi yang dilakukan oleh umat”. Tutur Edi. Rabu (6/5/2026)
“Lanjutnya, APTABI menekankan pentingnya melihat Borobudur melampaui batas-batas materialisme arkeologis. Memuliakan Borobudur berarti menghargai kesinambungan antara masa lalu dan masa kini, di mana nilai-nilai kearifan yang terkandung dalam setiap batu candi dihidupkan kembali melalui simbol-simbol yang utuh.
Pemasangan Chattra dipandang sebagai titik temu yang harmonis antara pelestarian cagar budaya dengan pemenuhan hak-hak spiritualitas, yang pada akhirnya akan memperkokoh posisi Borobudur sebagai pusat energi kedamaian bagi peradaban dunia”.
Terakhir Edi Ramawijaya menyampaikan pernyataan sikap terkait pemasangan Chatra Candi Borobudur:
1. APTABI mengakui bahwa Chatra memiliki makna simbolik yang fundamental dalam kosmologi Buddhis sebagaimama tercerahkan dalam teks keagamaan Buddha.
2. APTABI mempercayai bahwa keputusan pemasangan Chattra berdasarkan pada konsesus dan niat baik untuk menguatkan posisi candi sebagai living heritage.
3. APTABI mendorong otoritas, focal point dan stakeholder yang terlibat pemasangan Chattra untuk selalu bersandar pada prinsip kehati-hatian dan scientific prudence.
4. APTABI mendukung pemerintah untuk berkoordinasi dengan UNESCO untuk membahas pengelolaan Borobudur sebagai living heritage sekaligus menjaga Outstanding Universal values. (Farid H)









