Pelatihan Proposal dan LPJ, WALUBI DKI Jakarta Dorong Transparansi, Akuntabilitas, dan Nilai Dhamma - Komunitas Todays

Menu

Mode Gelap
Wali Kota Jakarta Barat Hadiri Dialog Aspirasi KADIN, Dorong Sinergi Ekonomi Lintas Sektor PWI Tegaskan Negara Wajib Hadir Lindungi Wartawan, Bukan Sekadar Tanggung Jawab Moral PWI Pusat Tegaskan Kepemimpinan Kesit Budi Handoyo di PWI Provinsi DKI Jakarta PWI Pusat Prihatin Pencabutan Kartu Liputan Istana Wartawan CNN Indonesia PWI Pusat Kembali ke Rumah Lama, Awali Kepengurusan Baru dengan Doa Yatim Piatu

Metropolitan · 19 Oct 2025 21:13 WIB

Pelatihan Proposal dan LPJ, WALUBI DKI Jakarta Dorong Transparansi, Akuntabilitas, dan Nilai Dhamma


 Pelatihan Proposal dan LPJ, WALUBI DKI Jakarta Dorong Transparansi, Akuntabilitas, dan Nilai Dhamma Perbesar

Jakarta, Komunitastodays.co, – Dewan Pengurus Daerah Perwakilan Umat Buddha Indonesia (DPD WALUBI) Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan pelatihan pembuatan proposal dan pembuatan pelaporan kepada pengurus vihara, cetiya, dan pusdiklat di wilayah DKI Jakarta. Kegiatan berlangsung di Hotel BW Express Jakarta, Jalan Hasbi No. 1, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sabtu (18/10/2025).

Pelatihan diikuti oleh 50 peserta, yang terdiri dari pengurus vihara, cetiya, dan pusdiklat di DKI Jakarta. Peserta mulai berdatangan sejak pukul 08.30 WIB untuk melakukan registrasi, dan kegiatan pembukaan dimulai pukul 09.00 WIB.

Acara dibuka secara resmi oleh Pembimas Buddha DKI Jakarta, Suliarna, S.Ag., M.Pd yang didampingi oleh Mugiyanto (Penyelenggara Jakarta Utara), Jasman (Penyelenggara Jakarta Barat), dan Riyadi (Penyelenggara Jakarta Selatan).

Ketua DPD WALUBI Provinsi DKI Jakarta, Esther Setiawati Santoso, S.H., M.Kn., menegaskan pentingnya penyusunan proposal dan laporan pertanggungjawaban (LPJ) sebagai bagian dari tata kelola keagamaan yang profesional.

“Penyusunan proposal dan laporan pertanggungjawaban (LPJ) bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral dalam mengelola kegiatan keagamaan secara profesional dan transparan,” ujarnya.

Esther juga mengimbau seluruh pengurus vihara, cetiya, dan pusdiklat untuk menyusun proposal kegiatan serta LPJ atas kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan pada tahun berjalan. Menurutnya, tertib administrasi menjadi dasar penting dalam proses pelatihan dan evaluasi program keagamaan di wilayah DKI Jakarta.

Dalam upaya meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan tertib administrasi, seluruh pengurus vihara, cetiya, dan pusdiklat di wilayah DKI Jakarta diimbau untuk segera menyusun proposal kegiatan serta LPJ atas kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan pada tahun berjalan.

Pelatihan menghadirkan tiga narasumber. Herlin dari Biro Dikmental Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan materi mengenai penyusunan LPJ yang rapi dan terstruktur dengan mengedepankan akuntabilitas serta transparansi penggunaan Hibah BOTI tahun 2025.

Dr. Nanda Khairiyah, narasumber kedua, menjelaskan pemanfaatan hibah BOTI agar sesuai dengan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) pemerintah daerah.

Selanjutnya, narasumber terakhir yang dipandu oleh Pdt Raine membimbing pengurus Vihara membuat LPJ secara langsung mulai dari awal hingga lampiran seperti bukti kwitansi dan nota.

Salah satu peserta pelatihan menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.

“Kegiatan ini sangat membantu kami dalam menyusun LPJ hibah BOTI (Bantuan Operasional Tempat Ibadah) dengan lebih rapi dan sesuai aturan. WALUBI benar-benar mengawal dan membimbing pengurus vihara sampai laporan selesai,” ujarnya.

Melalui kegiatan pelatihan ini, DPD WALUBI Provinsi DKI Jakarta berharap para pengurus vihara, cetiya, dan pusdiklat di DKI Jakarta semakin memahami pentingnya pelaporan yang transparan, rapi, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, pengelolaan dana dan program keagamaan dapat berjalan transparan, akuntabel, serta sesuai ketentuan yang berlaku.

Lebih dari sekadar administrasi, pelaporan juga mencerminkan praktik ajaran Buddha dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya nilai sacca (kejujuran), hiri (rasa malu untuk berbuat jahat), dan otappa (rasa takut akan akibat perbuatan jahat). Nilai-nilai ini diharapkan menjadi pondasi moral bagi seluruh pengurus vihara dalam mengelola kepercayaan umat dan negara.

DPD WALUBI optimistis, melalui pelatihan berkelanjutan, seluruh lembaga keagamaan Buddha di Jakarta dapat menjadi contoh tata kelola yang baik, profesional, dan berlandaskan etika Dhamma demi kemajuan bersama.(Rav)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

1 May 2026 - 16:27 WIB

Kemnaker–Transjakarta Teken MoU, Buka Akses Kerja di Sektor Transportasi

1 May 2026 - 13:38 WIB

Menaker: Pemerintah Perkuat Perlindungan Pekerja melalui Regulasi Pembatasan Alih Daya

1 May 2026 - 13:32 WIB

Dibawah Guyuran Hujan, Kasad Lantik 1.202 Perwira Remaja Diktukpa TNI AD Gelombang I TA 2026

1 May 2026 - 13:22 WIB

Pemkot Jakbar Hadiri Penyerahan Sertifikat Aset PLN, Perkuat Pengamanan Aset Negara

1 May 2026 - 13:18 WIB

PWI Pokja Wali Kota Jakarta Timur Resmi Dikukuhkan, Kolaborasi Media-Pemerintah Kian Solid

30 April 2026 - 21:33 WIB

Trending di Berita