Jakarta,Komunitastodays,-Pihak Kepolisian Republik Indonesia tetap konsisten pada tekadnya untuk menyukseskan gerakan vaksinasi di seluruh Indonesia. Sejak awal kerja kemanusiaan yang bertujuan menyelamatkan masyarakat dari pandemi Covid-19, jajaran Polri terus bekerja keras dengan menyadarkan masyarakat akan pentingnya vaksinasi.
Akselerasi vaksinasi booster bulan Ramadhan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dalam kerja sama dengan Polsek Jatinegara, Jakarta Timur, digelar di Gelanggang Olahraga (GOR) Otista, RT 13/RW 8, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (12/4/2022).
Menurut Kapolsek Jatinegara, Kompol Entong Raharja pelaksanaan vaksinasi booster di GOR Otista ini berlangsung selama dua hari, Selasa dan Rabu (12-13/4/2022) dengan target per hari sebaganya 2.000 orang.
Kesadaran masyarakat untuk mengikuti vaksinasi ini terlihat pada tingkat kehadiran mereka di lokasi vaksinasi GOR Otista. Sejak pagi, gerai vaksinasi sudah dipenuhi warga yang mengantre untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan oleh petugas dan mendapatkan vaksin.
Jenis vaksin yang disediakan adalah Sinovac dan Pfizer. Sampai pukul 11.30 WIB sudah terdapat 870 orang yang menerima vaksin. Sampai sore hari diperkirakan target 2.000 per hari itu akan tercapai. Sehingga selama dua hari ini, diperkirakan ada 4.000 orang yang menerima vaksinasi di GOR Otista, Jakarta Timur.
Komisaris Polisi (Kompol) Entong Raharja menjelaskan, setiap hari Polsek Jatinegara membuka gerai vaksinasi di delapan kelurahan di Kecamatan Jatinegara. Kegiatan ini dimaksudkan agar mempercepat pencapaian vaksinasi booster di setiap RT/RW dan kelurahan.
Strategi jemput bola ini sejak awal diterapkan Polda Metro Jaya mengingat banyak lokasi tempat tinggal warga yang sulit menjangkau gerai vaksinasi. Pelbagai strategi dilakukan Polda Metro dengan mengerahkan seluruh jajarannya hingga ke pelosok-pelosok.
Kompol E. Raharja berharap semakin tinggi masyarakat menerima vaksinasi, termasuk dalam bulan suci Ramadhan ini. Seperti dijelaskan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahwa menerima vaksinasi tidak berarti membatalkan puasa.
Pemerintah telah menetapkan persyaratan bagi masyarakat yang akan melakukan mudik Lebaran ke kampung halaman berupa penerimaan vaksin lengkap, yakni vaksin pertama, vaksin kedua dan vaksin ketiga (booster). Walau secara statistik jumlah orang terkonfirmasi Covid-19 semakin menurun, namun itu tidak berarti pandemi Covid-19 sudah berakhir.
Masyarakat tetap diimbau untuk melakukan protokol kesehatan dan menerima vaksinasi lengkap.
Mudik Lebaran menjadi lebih indah bila bertemu dengan sesama anggota keluarga yang berada dalam keadaan sehat, tanpa Covid-19. Menjaga kesehatan juga merupakan bagian dari iman kita. * (Rika)









