Ditemukan Kasus Ulkus Kornea Pada Anak Di Rusun Marunda, Diduga Dampak Pencemaran Abu Batu Bara - Komunitas Todays

Menu

Mode Gelap
Wali Kota Jakarta Barat Hadiri Dialog Aspirasi KADIN, Dorong Sinergi Ekonomi Lintas Sektor PWI Tegaskan Negara Wajib Hadir Lindungi Wartawan, Bukan Sekadar Tanggung Jawab Moral PWI Pusat Tegaskan Kepemimpinan Kesit Budi Handoyo di PWI Provinsi DKI Jakarta PWI Pusat Prihatin Pencabutan Kartu Liputan Istana Wartawan CNN Indonesia PWI Pusat Kembali ke Rumah Lama, Awali Kepengurusan Baru dengan Doa Yatim Piatu

Metropolitan · 1 Apr 2022 09:40 WIB

Ditemukan Kasus Ulkus Kornea Pada Anak Di Rusun Marunda, Diduga Dampak Pencemaran Abu Batu Bara


 Ditemukan Kasus Ulkus Kornea Pada Anak Di Rusun Marunda, Diduga Dampak Pencemaran Abu Batu Bara Perbesar

Jakarta,Komunitastodays,-Retno Listyarti, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kembali menerima informasi dari warga rusun Marunda Jakarta Utara terkait dampak pencemaran abu batu bara terhadap kesehatan anak-anak. Kali ini ditemukan kembali 2 kasus dengan diagnose Ulkus Kornea, di duga kuat akibat pencemaran Marunda, yaitu ananda Sy (Perempuan, 6 tahun) dan BA (laki-laki, 20 tahun). Sebelumnya ada 1 kasus yaitu ananda R (laki-laki, 9 tahun) yang sempat mendapatkan donor mata, jadi sampai Maret 2022, jumlah kasus diagnosa Ulkus Kornea di Marunda menjadi 3 kasus, 2 diantaranya dialami anak di bawah umur.

Ulkus kornea adalah luka terbuka pada kornea yang paling sering disebabkan oleh infeksi. Kondisi yang juga disebut keratitis ini tergolong kondisi darurat medis. Apabila tidak segera ditangani, ulkus kornea dapat mengakibatkan kebutaan, hal ini sempat dialami oleh ananda R (9 tahun) sehingga harus ganti kornea mata melalui donor mata sehat. Hingga saat ini, ananda R masih berobat jalan pasca operasi ganti kornbea mata, R juga harus menggunakan kacamata.

Ulkus kornea dapat terjadi akibat cedera langsung ke mata, atau dari infeksi bakteri, jamur, atau virus. Gejala berupa mata kemerahan, sakit mata, air mata berlebihan, sensasi benda asing di mata, dan pandangan memburuk atau kabur. Kondisi ketika peradangan pada lapisan terluar mata menyebabkan nyeri. “Bisa dibayangkan ketika anak usia 6 tahun harus mengalami semua rasa sakit dan nyeri tersebut”, tegas Retno.

Dinas Kesehatan dan P2TP2A DKI Jakarta Turun Ke Rusun Marunda

Dari pantauan KPAI melalui pengurus forum Rusun Marunda, sejak berita pencemaran abu batu bara secara nasional pada 9 -10 Maret 2022, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Puskesmas Marunda turun ke lokasi Rusun marunda untuk melakukan screening ke warga Rusun Marunda dan P2TP2A DKI Jakarta sudah melakukan home visit ke Rusun Marunda untuk melakukan assesmen kepada ananda Sy, anak korban yang mengalami diagnose Ulkus Kornea.

“Saya berharap P2TP2A menindaklanjuti asesmen dengan terapi, baik kepada anak maupun ibundanya agar secara mental, keduanya dapat menjalani proses pengobatan dengan penuh semangat untuk pulih”, ungkap Retno.

Retno menambahkan,”Saya mendorong Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta untuk segera membantu pengobatan anada Sy agar proses pengobatan lancar dan pihak keluarga tidak beratkan dengan biaya pengobatan”.

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta melalui Puskesmas sudah tiga datang ke Rusun Marunda, yaitu di mulai pada 18 Maret 2022 untuk melakukan layanan kesehatan dan screening warga Rusun Marunda yang terdampak kesehatannya akibat pencemaran abu batu bara. Namun warga menyatakan kurang efektif karena masih sedikit warga Rusun Marunda yang tahu ada layanan kesehatan dan screening dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

“Banyak warga Rusun Marunda mengira bahwa itu adalah aktivitas pemberian vaksin booster bukan screenin dan layanan kesehatan bagi warga Rusun Marunbda yang terdampak pencemaran abu batu bara. Hal ini harus menjadi refleksi dan evaluasi bagi Dinkes DKI Jakarta untuk melakukan sosialisasi dahulu sebelum turun lagi ke Rusun Marunda agar warga.” Ungkap Retno.

Pencemaran Abu Batu Bara Belum Berkurang

Pengurus Forum Rusun Marunda menyampaikan kepada KPAI bahwa pencemaran udara dari abu batu bara masih terlangsung berlangsung hingga saat ini. Aktivitas bongkar muat dan pengangkutan batu bara di pelabuhan Marunda juga tidak berkurang apalagi berhenti. Bahkan ada video yang menunjukan penampakan sebuah truk pengangkut batu bara terus melintasi jalan raya sekitar Rusun Marunda pada siang hari tanpa ditutup terpal. Abu batu bara tampak berterbangan karena angin.

“Menurut warga, pemandangan seperti itu terjadi setiap hari, sehingga sampai sekarang lantai-lantai rumah warga Rusun Marunda dan RPTRA serta semua permainan anak-anak, semuanya selalu terlapisi debu dan harus dibersihkan hingga 4 kali dalam sehari karena tertutup debu batu bara”, pungkas Retno.(Ferry)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Semangat “Persit Bisa”: Gelar Simfoni Karya untuk Bangsa

10 May 2026 - 15:53 WIB

Deklarasi Peradi Awalindo, Siap Cetak Advokat Berintegritas dan Profesional

10 May 2026 - 09:45 WIB

Wamenaker: Kompetensi SDM Kunci Utama Hadapi Digitalisasi Global

8 May 2026 - 17:37 WIB

Munjirin Ingatkan Pelajar Jauhi Tawuran dan Narkoba Saat Isi Leadership Training Lentera 2026

7 May 2026 - 21:50 WIB

Gemilang di Kancah Dunia: SDS Islam PB Soedirman Torehkan Prestasi Internasional di SEJATI International Art and Culture Festival (IACF)

7 May 2026 - 21:38 WIB

Pemkot Jakbar Kembali Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Pegawai

7 May 2026 - 19:22 WIB

Trending di Berita