Komunitastodays.co – Jakarta| Aspirasi yang kita bawa sejatinya adalah untuk kepentingan rakyat. Namun, merusak dan menjarah fasilitas umum justru menghancurkan kepentingan rakyat itu sendiri.
Fasilitas publik dibangun dari pajak rakyat seperti bandara, pelabuhan, stasiun, rumah sakit, sekolah, kantor pemerintahan, fasilitas Polri dan TNI, jalan raya, jembatan, hingga taman kota bukanlah milik segelintir orang, melainkan milik seluruh masyarakat. Setiap kerusakan, setiap penjarahan, akan kembali menyakiti kita semua—terutama mereka yang paling rentan.
Kerusakan pada fasilitas tersebut bukan hanya masalah aset negara, tetapi juga menghambat kehidupan sehari-hari rakyat kecil.
Bandara atau pelabuhan rusak → ribuan orang gagal bepergian, logistik terhenti.
Rumah sakit hancur → nyawa pasien terancam.
Kantor pemerintahan diserang → pelayanan publik terhenti.
Polri/TNI disabotase → keamanan warga terganggu.
Pedagang kecil kehilangan rezeki karena pasar dijarah.
Selain itu, tindakan anarkis sering melukai warga minoritas dan sesama warga. Ingatlah, mereka adalah saudara kita, sebangsa setanah air. Merusak dan menyakiti sesama hanya memperlebar luka bangsa.
Baca juga: Vihara Hemadhiro Mettavati Gelar Bakti Sosial Pengobatan Gratis untuk Warga Kelurahan Kapuk
Lindungi Sesama Warga, Jangan Sakiti Minoritas
Dalam setiap kerusuhan, sering kali warga minoritas, pedagang kecil, dan masyarakat biasa yang paling menderita. Menjarah dan merusak bukanlah bentuk perjuangan, melainkan tindakan yang menyakiti sesama saudara sebangsa.
Pedagang kehilangan sumber penghasilan.
Warga minoritas merasa terancam.
Anak-anak dan lansia menjadi korban ketakutan.
Baca juga: Air Mengalir, Asa pun Tumbuh: Kasad Resmikan Fasilitas Pengairan untuk Petani Brebes
Jalan yang Benar: Aspirasi Damai
Perubahan besar lahir dari kebersamaan dan perjuangan damai, bukan dari perusakan. Kita bisa menyampaikan suara dengan cara yang elegan, tanpa merusak fasilitas yang menjadi urat nadi kehidupan bangsa.
Mari jaga fasilitas umum, lindungi warga minoritas, dan rawat bangsa bersama. Aspirasi sejati bukan menghancurkan, tapi membangun.
Mari kita suarakan aspirasi dengan cara yang terhormat, damai, dan bermartabat. Karena menjaga fasilitas publik berarti menjaga kepentingan rakyat, melindungi minoritas, dan memastikan bangsa tetap utuh.
Editor: David Nainggolan