SMPN 229 Jakarta Menggelar Projek P5 yang ke 3 Kali - Komunitas Todays

Menu

Mode Gelap
Wali Kota Jakarta Barat Hadiri Dialog Aspirasi KADIN, Dorong Sinergi Ekonomi Lintas Sektor PWI Tegaskan Negara Wajib Hadir Lindungi Wartawan, Bukan Sekadar Tanggung Jawab Moral PWI Pusat Tegaskan Kepemimpinan Kesit Budi Handoyo di PWI Provinsi DKI Jakarta PWI Pusat Prihatin Pencabutan Kartu Liputan Istana Wartawan CNN Indonesia PWI Pusat Kembali ke Rumah Lama, Awali Kepengurusan Baru dengan Doa Yatim Piatu

Metropolitan · 1 Jun 2023 11:11 WIB

SMPN 229 Jakarta Menggelar Projek P5 yang ke 3 Kali


 SMPN 229 Jakarta Menggelar Projek P5 yang ke 3 Kali Perbesar

Jakarta, Komunitastodays,- SMPN 229 Menggelar Proyek Penguatan profil Pelajar Pancasila ( P5) yang ke tiga kali, acara yang berlangsung dihalaman sekolah jalan, Kebon Jeruk Raya Nomor, 39, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Barat. Selasa, (30/5/2023).

Acara ini terselenggara berkat kerja sama para guru, komite, dan para orangtua siswa yang turut membantu program Kepala sekolah serta para guru di SMPN 229 Jakarta, merupakan program Kurikulum Merdeka Belajar.

Acara yang dikemas oleh para siswa kelas 7 dan 8 ini dengan mengambil tema: “Betawi kita yang punya,” ada beberapa penampilan yang akan dipertujukan kepada siswa kelas 7 dan 8 diantaranya, Lenong, tari, Drama, pencak silat, dan Bazar Karya seni kreativitas siswa SMPN 229 Jakarta.

Ketua Panitia projek P5 Yuhaslunda Jamal MP.d, dalam sambutanya mengatakan, Kegiatan sudah dilaksanakan sejak tanggal 15 mei s/d hari ini tanggal 30 mei, selebrasi.
acara diisi berbagai bentuk kegiatan, Diantaranya : pertama, siswa mengikuti analisis survei minat generasi muda pada budaya lokal. Kemudian siswa belajar mengeksplorasi budaya Betawi melalui kegiatan, membuat scrapbook. Kemudian siswa memanfaatkan limbah menjadi kerajinan nuansa Betawi. dan selanjutnya terakhir menyiapkan sebuah pagelaran lenong.

Lanjut Yuhaslunda Jamal, MP.d, dengan semangat belajar merdeka, yang direncanakan melalui kurikulum merdeka, ini kita wujudkan dalam bentuk berbagai kegiatan project. Project 1 dan 2 sudah bisa dilihat di stand, kemudian project 3 juga masing masing di stand kelas, dan terakhir adalah pagelaran lenong pada hari ini yang insyaAllah kalau selama ini, yang namanya pagelaran itu mungkin persiapannya berminggu minggu, atau sampai berbulan bulan ya, tapi ini anak-anak kita mempersiapkannya hanya dalam beberapa hari”. Anak-anak yang hebat. Ujar ketua pantia Yuhaslunda Jamal.

Ditempat yang sama Kepala SMPN 229 Jakarta Gunawan Ahmad M.P.d, saat ditemui awak media mengatakan, Kegiatan Projek P5, memang sudah di Program oleh para guru – guru disekolah, jadi ini memang project ketiga yang memang dilaksanakan oleh SMP Negeri 229, khususnya kelas 7 berkreasi membuat sabun mandi, kemudian sabun cuci piring. ucap Gunawan Ahmad.

Lanjut Gunawan, Kemudian disana juga ada project 2, anak-anak mulai berlatih bagaimana memelihara yang disebut “ Budidamber ” ( Budidaya ikan dalam ember ), project ke 2. lanjut ke project ke 3, sekarang yang kita sekaliguskan selebrasinya, project tentang “ Budaya lokal ” yaitu Betawi.

Gunawan Ahmad, MP.d menambakan, di project ini sekaligus selebrasi juga untuk project 1 & 2 serta yang ke 3. Untuk budaya lokal betawi ini anak-anak berkreasi, mulai dari berlatih membuat kerajinan lokal budaya betawi melalui barang berkas, kemudian anak-anak juga berlatih kesenian betawi yang tadi kita lihat dan kita tampilkan beberapa kelas, lenong betawi contohnya,
Walaupun dengan waktu yang sangat terbatas, mereka ini bisa menampilkan kreasi yang luar biasa.

Nah inilah bedanya kurikulum merdeka dengan kurikulum 2013, karena anak tidak perlu belajar didalam kelas. Tetapi anak 30% waktunya digunakan untuk berbagai project & berkreasi selama satu semester.

Berbagai project dilaksanakan berkolaborasi dengan seluruh bidang studi, dari mulai Pendidikan agama, sampai prakarya ada disana dalam kegiatan project ini.

Saya pribadi sangat salut dengan bapak Nadim Makarim karena sudah membuat terobosan-terobosan untuk majunya dunia Pendidikan di Indonesia.

Ini sudah sangat jelas, bahwa ini kolaborasi ada dari dunia usaha, ada orangtua, dan ada juga pihak sekolah tentunya.imbuh Gunawan.( Red)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wamenaker: Kompetensi SDM Kunci Utama Hadapi Digitalisasi Global

8 May 2026 - 17:37 WIB

Munjirin Ingatkan Pelajar Jauhi Tawuran dan Narkoba Saat Isi Leadership Training Lentera 2026

7 May 2026 - 21:50 WIB

Gemilang di Kancah Dunia: SDS Islam PB Soedirman Torehkan Prestasi Internasional di SEJATI International Art and Culture Festival (IACF)

7 May 2026 - 21:38 WIB

Pemkot Jakbar Kembali Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Pegawai

7 May 2026 - 19:22 WIB

PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan

7 May 2026 - 16:57 WIB

Pemasangan Chattra Borobudur: APTABI Harap Ada Pengembangan Kajian dan Riset Strategis

6 May 2026 - 23:56 WIB

Trending di Berita