Jakarta,Komunitastodays,-Polisi kembali melakukan pendataan terhadap stok persediaan minyak goreng baik minyak goreng curah maupun minya goreng kemasan yang berada di pasar, di wilayah Jakarta Barat.
Kali ini petugas kepolisian dari Satreskrimsus Polres Metro Jakarta Barat mendatangi sejumlah pasar yang berada di wilayah Jakarta Barat, diantaranya Pasar Kopro, Pasar Hipli, Pasar Kalideres, Pasar Grogol, Pasar Pecah Kulit, Pasar Cengkareng, Pasar Pesing, Pasar Jembatan Dua, Pasar Rel hingga Pasar Slipi Jaya, Kamis, (14/4/2022).
Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Barat AKP Fahmi Fiandri mengatakan, kedatangan aparat ke lokasi-lokasi pasar untuk memastikan ketersediaan minyak goreng yang menjadi kebutuhan harian masyarakat.
“Kedatangan kami untuk memastikan perkembangan stok minyak goreng di pasaran,” ungkap AKP Fahmi Fiandri saat dikonfirmasi, Kamis, 14/4/2022.
Dari hasil pendataan di lapangan polisi memperoleh data kebutuhan minyak goreng curah perharinya, sebagai berikut: Pasar Kopro sebanyak 100 Kg; Pasar Hipli sebanyak 30 Kg; Pasar Kalideres sebanyak 30 Kg; Pasar Grogol sebanyak 40 Kg; Pasar Pecah Kulit sebanyak 900 Kg; Pasar Cengkareng sebanyak 40 Kg; Pasar Pesing sebanyak 40 Kg; Pasar Jembatan Dua sebanyak 4000 Kg; Pasar Rel sebanyak 50 Kg dan Pasar Slipi Jaya sebanyak 40 Kg
Dari hasil pengecekan didapat kisaran harga minyak goreng curah rata rata dijual dengan harga Rp 14.000 hingga Rp 19.000. Sementara harga minyak goreng kemasan dijual dengan kisaran harga Rp 22.000 – Rp 24.000.
Pengecekan itu dilakukan guna mencegah agar tidak terjadinya kelangkaan persediaan stok minyak goreng di pasar, sekaligus memonitoring harga minyak goreng dan sembako di sejumlah pasar yang berada di wilayah Jakarta Barat.
Kelangkaan minyak goreng di pasaran selama ini telah memicu keresahan masyarakat, termasuk memicu demonstrasi mahasiswa beberapa hari lalu, bukan saja di Jakarta, melainkan juga di daerah lainnya. Sementara itu penyebab kelangkaan itu tak diketahui masyarakat.
Langkah pengecekan seperti ini dapat membantu masyarakat mengakses minyak goreng di pasaran. * (Rika)









