Jakarta, Komunitastodays,-Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Cengkareng, Kota Administrasi Jakarta Barat 2022 dibuka Wali Kota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko, Senin (14/2/2022).
Musrenbang tingkat kecamatan merupakan forum musyawarah antar pemangku kepentingan untuk membahas dan menyepakati langkah-langkah penanganan program kegiatan prioritas yang tercantum dalam Daftar Usulan Rencana Kegiatan Pembangunan Desa/Kelurahan yang diintegrasikan dengan prioritas pembangunan daerah. Musrenbang diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004.
Seluruh Lurah di Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, hadir dan mengikuti kegiatan ini. Selain Wali Kota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko, sejumlah pejabat ikut menghadiri kegiatan penting ini, seperti anggota DPRD DKI Jakarta HR Khotiba Achyar (atau yang dikenal dengan panggilan Haji Beceng S.I.P, M.Si), Tim Teknis, Dewan Kota, Dishub, Damkar, Danramil 04 Kurnia Kapolsek Cengkareng, LMK (Lembaga Musyawarah Kelurahan) dan FKDM (Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat).
Camat Cengkareng Ahmad Faqih, S.E., M.Si dalam laporannya, menyebut beberapa masalah penting di kecamatan ini, antara lain, masalah kemacetan, sampah, dan banjir.
Menurut Lurah Rawa Buaya Syafwan Busti, masalah banjir menjadi prioritas dalam program kerjanya, dan berharap program yang lahir dari aspirasi warga itu dapat diterima dalam Musrenbang Kecamatan Cengkareng ini.
“Sekarang ini, yang paling diprioritaskan di Kelurahan Rawa Buaya adalah penanggulangan banjir dan peningkatan sumber daya manusia, terutama dalam kondisi pandemi Covid-19 ini. Saya berharap skala prioritas untuk dua kegiatan ini bisa diterima dan direalisasi,” tutur Lurah Rawa Buaya itu.
Hal senada disampaikan oleh Ketua RW 09, Burhan. “Masalah yang paling urgen di wilayah kami adalah soal penanggulangan banjir. Selama ini penanganan banjir di wilayah kami itu sudah cukup baik, misalnya sudah dibekali dengan pompa air. Masalahnya, mesin pompa air ini banyak yang sudah rusak dan segera ditangani,” kata Burhan. Ia berharap tak ada hasil-hasil Musrenbang di RW-nya tak ada yang ditolak.
Proses Musrenbung Kecamatan Cengkareng ini, kata Lurah Rawa Buaya, prosesnya dimulai dari akar rumput, yaitu dari tingkat RT, RW, Kelurahan, hingga saat ini masuk pada tingkat Kecamatan.
Pada tahapan dari bawah itu, masyarakat mengungkapkan aspirasi-aspirasi mereka untuk pembangunan ke depan, terkait dengan peningkatan pembangunan di wilayahnya (RT, RW, Kelurahan).
“Aspirasi warga itu sudah disampaikan kepada tim teknis. Tidak semua aspirasi bisa ditampung. Namun, paling tidak, sudah hampir 98% aspirasi kami tertampung,” kata Lurah Syafwan Busti.
Kenapa ada aspirasi atau usulan warga yang belum diterima? Syafwan Busti menjelaskan, usulan-usulan yang belum ditampung itu disebabkan, antara lain, karena secara teknis kurang memenuhi persyaratan. Mungkin itu bisa ditindaklanjutin lewat survei di lapangan, sehingga bisa diselesaikan dengan baik.
“Yang paling diprioritaskan di Kelurahan Rawa Buaya adalah soal penanggulangan banjir. Ini masalah yang sudah berlangsung lama dan membutuhkan penanganan yang serius. Selain itu, di Rawa Buaya kami punya masalah terkait peningkatan sumber daya manusia (SDM). Kita butuh perhatian dan kerja sama dengan pemerintah dan pelbagai stake holder. Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, saya berharap skala prioritas untuk dua kegiatan ini bisa diterima dan direalisasi,” papar Syafwan Busti.
Wali Kota juga meminta perhatian pada beberapa titik di wilayah yang berpotensi terjadinya bencana, seperti banjir maupun kebakaran. Ia juga mengangkat persoalan pengelolaan sampah di tingkat RT, dengan menjadikannya sebagai program sampah yang terkoordinasi. Tak ketinggalan, persoalan ekonomi rakyat kecil yang harus menjadi program kecamatan. * (Rika)









