Jakarta, Komunitastodays,-Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia yang dipicu penularan galur Omicron tak terhindarkan. Upaya untuk terus membendung dampaknya terus dilakukan bersama. Tak hanya oleh pemerintah, tetapi juga warga harus disiplin.
Dalam rangka menekan angka penyebaran Covid-19, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan masker kepada Kelurahan Pasar Baru, Jakarta Pusat guna dibagikan kepada masyarakat.
Sebanyak 10.000 masker dibagikan BNPB dan disalurkan langsung ke masyarakat Kelurahan Pasar Baru, pada Sabtu (12/2/2022).
Hadir dalam kegiatan pembagian masker tersebut Lurah Pasar Baru yang diwakili oleh Kasi Ekbang Dumaria Panjaitan SAP, Kasi Pemerintahan Iskandar SAP, Staf Kelurahan Bendahara Barang Abdul Gani, Koramil 02, Kasdim Letkol Inf. Teddy S.Sos, Polsek Sawah Besar, Bhabinkamtibmas, dan FKDM.
Ketua BNPB Mayjend TNI Suharyanto Baru ikut membagikan masker kepada masyarakat. Mereka juga memberikan imbauan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) dalam masa pandemi Covid-19 ini.
Kerja sama pemerintah dan masyarakat untuk mengendalikan dan pandemi Covid-19 menjadi harapan semua pihak. Hal tersebut diharapkan akan berdampak terhadap berbagai aspek, termasuk perekonomian lokal.
“Pemerintah tidak akan bisa mengendalikan pandemi Covid-19 tanpa dukungan dan kesadaran penuh dari masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan,” jelas Ketua BNPB, Sabtu (12/2/2022).
Perekonomian merupakan salah satu sektor rentan yang menjadi perhatian pemerintah di tengah pandemi ini.
Oleh karena itu, Pemerintah/TNI hadir di tengah masyarakat untuk bersama-sama melawan Covid-19 sehingga perekonomian bangsa dapat pulih dan Indonesia bangkit.
Ketua BNPB Mayjend TNI Suharyanto mengatakan, pandemi Covid-19 merupakan bencana yang melanda dunia saat ini. Kerja sama semua pihak sangat dibutuhkan, baik antarnegara, antarpemerintah daerah, hingga tingkat RT dan keluarga. Protokol kesehatan harus ditaati dengan ketat.
Ketua BNPB itu mengharapkan kerja sama semua pihak dalam menangkal penyebaran virus mematikan ini.
Dengan tingkat penularan yang tinggi, kasus Omicron melonjak tajam dalam waktu relatif singkat. Masifnya penularan Omicron di Indonesia berpotensi membuat pelacakan kontak tak akan maksimal. Hanya dengan prokes yang ketat kita bisa terhindar.
(Rika)









