Jakarta,Komunitastodays,- Bertemakan “Peduli Kasih Di Hari Imlek” berupa pengobatan gratis, pembagian sembako, dan pemberian angpao, oleh Forum Kartika, Yayasan New Beginning, dan Gerakan Pemuda Muslim Indonesia (GPMI) diselenggarakan di Gelanggang Remaja GOR Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (6/2/2022).
Menurut ketua panitia penyelenggara, yang sekaligus Ketua Forum Kartika Indonesia, Raden Ajeng Tumenggung Kartika Oman Putriwijaya, SS, SH, atau biasa disapa Tika, kegiatan ini tak lepas dari konteks perayaan Imlek.
Seperti dalam tradisi Imlek, anggota keluarga berkumpul dan saling berbagi, demikian dalam kegiatan peduli kasih ini, menurut Tika, motivasi memberi kasih dan bantuan kepada sesama, menjadi tujuan utama.
Sejak pagi, warga Kelurahan Pengadegan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, sudah mendatangi lokasi. Sesuai rencana, ada 200 orang yang menerima bantuan gratis ini. Sebelumnya, mereka sudah didaftarkan panitia. Mereka merupakan kaum dhuafa.
Kegiatan yang berlangsung ketika Jakarta sedang mengalami tingginya angka terkonfirmasi Covid-19 ini, berlangsung dalam protokol kesehatan secara ketat.
Bakti sosial Forum Kartika Indonesia dibuka Wali Kota Jakarta Selatan, dihadiri Asisten Administrasi dan Kesra Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, H. Sayid Ali, Ketua Forum Kartika, Tika, Ketua Umum Gerakan Pemuda Muslim Indonesia, H. Syarif Hidayatullah, Kapolres Metro Jakarta Selatan, Camat Pancoran, dan undangan lainnya.
Tika mengatakan, Forum Kartika selalu bersinergis dengan empat pilar, yakni TNI, Polri, ASN, dan insan media. Dalam kegiatan ini, Forum Kartika menggandeng Yayasan New Beginning dan Gerakan Pemuda Muslim Indonesia (GPMI).
“Ini bukan kegiatan kami yang pertama. Sudah beberapa kali kami menggelar kegiatan bakti sosial seperti ini. Dulu saya sebagai pendukung, hari ini saya sebagai penyelenggara dan ketua panitia,” ujar Tika yang punya segudang pengalaman menggelar aksi sosial, termasuk ketika ia bekerja di luar negeri seperti di Nepal.
Tika mengatakan ini merupakan kerja kolaboratif, kerja tim, yang bergerak untuk membantu sesama. “Kita semua satu tim, yang mendukung program pemerintah dalam upaya membantu sesama dalam pandemi ini,” ujar Tika.
R.A Tumenggung Kartika Oman Putriwijaya itu berharap kegiatan ini memberi inspirasi kepada semua kalangan untuk tergerak membantu sesama anak bangsa. Jiwa nasionalisme itu tumbuh ketika kita setia pada Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. “Kita saling membutuhkan, bukan saling memanfaatkan,” tegas Tika.
Kegiatan bakti sosial ini, kata Tika, terus berkelanjutan. Dia sudah dilirik Ketua PMI Jakarta Selatan untuk menggelar kegiatan sosial berikutnya.
Sementara itu, Asisten Administrasi dan Kesra Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, H. Sayid Ali, mengatakan, pemerintah Jakarta Selatan mengapresiasi kegiatan sosial yang diinisiasi Forum Kartika.
“Inilah yang kita bilang kerja kolaboratif. Jakarta adalah Kota Kolaborasi. Dengan semangat ini, kita bangun kebersamaan demi kemaslahatan bersama,” kata Sayid Ali.
Ketua Umum Gerakan Pemuda Muslim Indonesia, H. Syarif Hidayatullah, melihat pentingnya kerja-kerja kemanusiaan kolaboratif seperti ini. Dalam kegiatan di Pancoran ini, GPMI memberi sembako. Sejak dua tahun lalu, GPMI aktif memberi sembako kepada masyarakat lintas suku dan agama. “Saya sudah biasa datangi gereja dan memberi sumbangan dan juga memberi kepada siapa saja,” tutur Haji Syarif.
Haji Syarif terus mendorong kegiatan peduli masyarakat yang sedang dilanda pandemi.
Ketua Forum Kartika, Tika, mengatakan ketergerakan hatinya untuk membantu sesama seperti ini tidak muncul tiba-tiba saat sudah dewasa. Nilai-nilai kepedulian itu merupakan ajaran dan didikan orangtua dan keluarganya. “Memberi itu suatu kebutuhan,” begitu Tika meringkas filosofi hidupnya.
Saat ini, di tengah pandemi, Indonesia butuh kepedulian sesama anak bangsa untuk saling berbagi rejeki kehidupan. Solidaritas yang dibangun di atas nasionalisme akan mendekatkan kita dengan Pancasila.
(Rika)









