Jakarta, Komunitastodays.co,- Organisasi mahasiswa Buddhis HIKMAHBUDHI menegaskan komitmennya untuk terus mendobrak zona nyaman dan kemapanan organisasi dengan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara di usia ke-55 tahun.
Ketum Hikmahbudhi Candra Aditiya Nugraha, Kamis (21/5/2026) mengatakan Dalam momentum hari jadinya, HIKMAHBUDHI menilai tantangan organisasi saat ini bukan hanya menjaga eksistensi gerakan mahasiswa, tetapi juga memastikan organisasi mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi.
“HIKMAHBUDHI yang sudah berusia 55 tahun tidak boleh tertinggal oleh perubahan. Kami harus mampu menyesuaikan pola gerakan organisasi dengan perkembangan teknologi dan dinamika zaman saat ini,” ujarnya.
Menurutnya, transformasi tata kelola organisasi menjadi prioritas utama agar gerakan mahasiswa tetap relevan di tengah perubahan sosial, ekonomi, dan politik yang berlangsung cepat. Kolaborasi lintas sektor serta pemanfaatan teknologi dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat kontribusi organisasi kepada masyarakat.
Selain isu internal organisasi, HIKMAHBUDHI juga menyoroti kondisi ekonomi global yang dinilai semakin tidak kondusif. Kenaikan nilai dolar serta tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat menjadi perhatian serius organisasi mahasiswa tersebut.
“Hari ini masyarakat sedang menghadapi tekanan ekonomi yang nyata. Kondisi global yang tidak stabil berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat kecil,” katanya.
Dalam konteks kebijakan nasional, HIKMAHBUDHI menegaskan dukungannya terhadap program pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun demikian, organisasi tersebut mengkritisi aspek tata kelola pelaksanaan program yang dinilai masih perlu pembenahan.
“HIKMAHBUDHI bersama elemen gerakan mahasiswa lainnya fokus melakukan pengawasan dan kritik terhadap tata kelola program MBG. Kami mendukung programnya, tetapi tata kelolanya harus diperbaiki agar tepat sasaran dan transparan,” tegasnya.
Sebagai bentuk sikap kritis, HIKMAHBUDHI mengaku telah menggelar aksi jilid pertama terkait evaluasi tata kelola program tersebut dan memastikan akan kembali turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi apabila pembenahan tidak dilakukan secara serius.
Organisasi itu menilai perbaikan tata kelola, termasuk pada sistem distribusi dan pelaksanaan di lapangan, menjadi kunci agar program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Di usia ke-55 tahun, HIKMAHBUDHI menegaskan akan terus menjaga tradisi gerakan mahasiswa yang kritis, adaptif, dan berpihak kepada kepentingan rakyat di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. (Fery)









