Jakarta, Komunitastodays.co, – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat menggelar kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis bekerja sama dengan Himpunan Bersatu Teguh di RSUD Cengkareng, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus menekan angka penderita katarak yang masih tinggi.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, meninjau langsung jalannya operasi yang mengusung tema “Mengembalikan Cahaya, Menguatkan Harapan”. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Kesejahteraan Rakyat Provinsi DKI Jakarta Ali Maulana Hakim, Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi A Hilda Kusuma Dewi, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Sahruna, Direktur RSUD Cengkareng Lysbeth Regina Pandjaitan, Plt. Camat Cengkareng Simson, serta perwakilan Himpunan Bersatu Teguh Andreas Sofiandi.
Ali Maulana Hakim mengapresiasi kolaborasi antara Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, RSUD Cengkareng, dan Himpunan Bersatu Teguh. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu masyarakat, mengingat angka katarak di Indonesia masih tergolong tinggi di kawasan Asia Tenggara, sementara biaya operasi mandiri relatif mahal.
“Kerja sama seperti ini sangat dibutuhkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang memiliki keterbatasan akses dan biaya pengobatan,” ujarnya.
Sementara itu, Iin Mutmainnah mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadirkan layanan kesehatan yang optimal.
“Ini merupakan wujud kepedulian bersama terhadap kesehatan masyarakat. Kami berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga,” kata Iin.
Ia menjelaskan, pelaksanaan operasi ini merupakan tahap lanjutan setelah proses skrining sebelumnya. Dari total 390 pendaftar, sebanyak 119 pasien dinyatakan memenuhi syarat secara klinis dan menjalani tindakan operasi.
Ketua Himpunan Bersatu Teguh, Andreas Sofiandi, menyampaikan bahwa operasi katarak merupakan program rutin organisasinya di berbagai wilayah Indonesia. Menurutnya, penanganan katarak perlu dilakukan secara berkelanjutan seiring bertambahnya jumlah penderita.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menekan angka penderita katarak,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Anggota DPRD DKI Jakarta Hilda Kusuma Dewi yang mengapresiasi kegiatan sosial tersebut. Ia berharap program serupa dapat diperluas guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di Jakarta Barat.
Direktur RSUD Cengkareng Lysbeth Regina Pandjaitan juga menyatakan kesiapan pihaknya untuk terus mendukung kegiatan pelayanan kesehatan, termasuk operasi katarak dan layanan medis lainnya.
Dalam pelaksanaannya, tercatat sebanyak 119 pasien menjalani tindakan operasi katarak dan pterigium, dengan total 123 mata yang ditangani. Rinciannya meliputi 120 mata katarak dan 3 mata pterigium. Para pasien terdiri dari 61 laki-laki dan 58 perempuan dengan rentang usia 15 hingga 88 tahun.
Salah satu peserta, Dedi Parsito (56), warga Cengkareng Timur, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Ia menyampaikan bahwa dirinya langsung mendaftar dan mendapatkan tindakan operasi pada hari yang sama.
“Alhamdulillah hari ini daftar, langsung dioperasi. Harapan saya mata bisa terang lagi dan bisa melihat seperti semula,” ujarnya.
Dedi menuturkan, gangguan penglihatan yang dialaminya sudah dirasakan sejak lima hingga enam tahun terakhir. Awalnya ia menggunakan kacamata, namun kondisi matanya terus memburuk hingga akhirnya didiagnosis katarak. Ia juga mengapresiasi peran aparatur wilayah yang aktif menyampaikan informasi kepada warga.
“Saya dapat info dari RT, karena ada pemberitahuan dari kelurahan terkait adanya bakti sosial di RSUD Cengkareng,” tambahnya.
Peserta lainnya, Jimroni (61), warga Angke, Tambora, juga mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan. Ia menyebut proses yang cepat dan tenaga medis yang profesional sangat membantu masyarakat.
“Alhamdulillah sangat membantu. Dari awal datang sampai selesai operasi, pelayanannya sangat baik dan profesional. Setelah operasi, penglihatan saya sudah terasa lebih jelas,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diperluas karena dinilai sangat bermanfaat, terutama bagi masyarakat dengan keterbatasan akses pengobatan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat berharap dapat terus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta mewujudkan Jakarta yang lebih sehat dan sejahtera. (Fer)









