Jakarta, Komunitastodays.co, — Suku Dinas Pendidikan I Jakarta Barat menggelar seminar dan diskusi interaktif bertema Penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman serta Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel Menuju Jakarta Barat JUARA. Kegiatan ini berlangsung di Ruang MH. Thamrin, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kamis (29/1/2026).
Seminar tersebut merupakan tahap akhir dari rangkaian program penguatan budaya sekolah yang telah dilaksanakan oleh Sudin Pendidikan I dan II Jakarta Barat. Acara dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari jajaran Dinas Pendidikan, Dinas PPAPP, BKKBN, akademisi, tokoh pemerhati pendidikan, hingga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Maulani.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengatakan program ini merupakan wujud sinergi antara kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan lingkungan sekolah yang ramah, aman, dan nyaman, yang dirangkum dalam konsep JUARA.
“Alhamdulillah, hari ini seluruh unsur pendidikan hadir lengkap. Ini menandakan komitmen kita bersama untuk membangun sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dari sisi karakter dan ketahanan remaja,” ujarnya.
Iin menjelaskan, konsep JUARA memiliki makna mendalam, yakni J (Jujur) yang menekankan pentingnya integritas, U (Unggul) yang mengedepankan kualitas konsep dan sumber daya manusia, A (Aktif) yang mendorong sikap proaktif sesuai nilai kebaikan, R (Ramah) yang mengutamakan pelayanan humanis, serta A (Aman) yang menciptakan lingkungan kondusif dan bebas dari rasa takut.
Menurutnya, kegiatan ini juga merupakan implementasi dari Peraturan Menteri BKKBN serta program Kementerian Pendidikan terkait penguatan ketahanan remaja di lingkungan sekolah. Ia menekankan pentingnya tiga pilar utama yang harus berjalan beriringan, yakni kebijakan kewilayahan, program ketahanan remaja dari BKKBN yang dikelola Dinas PPAPP, serta peran Dinas Pendidikan yang bersentuhan langsung dengan siswa.
“Kita ingin menciptakan ekosistem pendidikan yang saling mendukung, sehingga sekolah benar-benar menjadi ruang tumbuh yang aman, nyaman, dan membentuk karakter positif bagi generasi muda,” ungkapnya.
Iin juga menyoroti pentingnya optimalisasi Forum Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) sebagai wadah pembentukan agen perubahan atau Agent of Change. Menurutnya, komunikasi sebaya dinilai lebih efektif dalam menyampaikan pesan-pesan positif kepada remaja.
“Kami ingin para remaja menjadi konselor sebaya. Biasanya, pesan yang disampaikan oleh sesama remaja lebih mudah diterima,” katanya.
Selain itu, Pemerintah Kota Jakarta Barat berkomitmen menjaga keberlanjutan program melalui integrasi lintas sektor. Ke depan, aparatur kewilayahan akan dilibatkan langsung untuk memberikan materi praktis kepada siswa di sekolah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, mengapresiasi inisiatif Jakarta Barat yang dinilainya memiliki filosofi kuat dan arah yang jelas.
“Jika Jakarta ingin menjadi kota global yang berbudaya, maka konsep JUARA adalah kuncinya. Di dalamnya sudah mencakup prestasi, karakter, dan kualitas manusia yang utuh,” ujarnya.
Ia berharap konsep JUARA dapat menjadikan sekolah sebagai ruang kompetisi yang sehat sekaligus tempat pembentukan karakter.
“Dengan filosofi yang jelas dan manajemen yang terkontrol, kita bisa memastikan seluruh program berjalan sesuai jalurnya. Ini sangat penting untuk mencetak generasi yang siap membangun kota dan bangsa,” tandasnya.(Ferry)








