Umat Buddha dan Biksu Ikuti Kirab Waisak 2569 BE dari Candi Mendut Menuju Candi Borobudur - Komunitas Todays

Menu

Mode Gelap
Wali Kota Jakarta Barat Hadiri Dialog Aspirasi KADIN, Dorong Sinergi Ekonomi Lintas Sektor PWI Tegaskan Negara Wajib Hadir Lindungi Wartawan, Bukan Sekadar Tanggung Jawab Moral PWI Pusat Tegaskan Kepemimpinan Kesit Budi Handoyo di PWI Provinsi DKI Jakarta PWI Pusat Prihatin Pencabutan Kartu Liputan Istana Wartawan CNN Indonesia PWI Pusat Kembali ke Rumah Lama, Awali Kepengurusan Baru dengan Doa Yatim Piatu

Nasional ยท 12 May 2025 16:42 WIB

Umat Buddha dan Biksu Ikuti Kirab Waisak 2569 BE dari Candi Mendut Menuju Candi Borobudur


 oplus_0 Perbesar

oplus_0

Magelang, Komunitastodays,- Ribuan umat Buddha beserta para biksu mengikuti kirab Waisak 2569 BE yang dimulai menjelang detik-detik perayaan Waisak, tepatnya pada pukul 23.25.29 WIB, dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Kirab ini menjadi bagian dari perayaan Tri Suci Waisak, yang mencakup peringatan kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Sang Buddha. Senin (12/5/2025).

Direktur Jenderal Bimas Buddha Kementerian Agama, Supriyadi, yang hadir dalam acara tersebut, menjelaskan bahwa dalam kirab ini, umat Buddha membawa api dharma dari Mrapen, Kabupaten Grobokan, serta air berkah dari Umbul Jumprit, Kabupaten Temanggung. Kedua simbol sakral ini sebelumnya telah disemayamkan di Candi Mendut. Api dharma sendiri telah tiba di Candi Mendut pada Sabtu (10/5), sementara air berkah baru sampai pada Minggu (11/5).

Supriyadi mengungkapkan bahwa ribuan umat Buddha dari berbagai organisasi dan majelis agama, baik yang berada di bawah naungan Walubi maupun di luar Walubi, berkumpul untuk mengikuti kirab ini. Ia berharap proses kirab dapat dilaksanakan dengan baik, sesuai aturan dan kesepakatan yang ada, tanpa ada yang saling mendahului.

“Kami berharap kirab ini bisa dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan sesuai dengan pesan-pesan keagamaan yang terkandung dalam perjalanan ini. Ini bukan sekadar pawai, melainkan sebuah perjalanan yang sarat dengan makna spiritual,” ujar Supriyadi.

Ia juga menambahkan bahwa meskipun perjalanan ini memerlukan tenaga dan waktu, umat Buddha yang mengikuti kirab ini akan merasakan kebahagiaan dan ketenangan batin sebagai hasil dari perjalanan spiritual yang dilakukan dengan penuh kesadaran. “Kalau semua itu dijalankan dengan baik, rasa lelah mungkin akan hilang, yang muncul adalah kebahagiaan,” katanya.

Perayaan Waisak tahun ini diharapkan dapat menjadi momen untuk merenungkan kebajikan Buddha, Dhamma, dan Sangha. Dalam ajaran Buddha, Waisak adalah perayaan Tri Suci yang mengenang tiga peristiwa besar dalam kehidupan Sang Buddha: kelahiran-Nya di Lumbini, pencapaian pencerahan sempurna di bawah pohon bodhi, dan wafat-Nya di Kusinara.

Kirab ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga sebagai sarana untuk menumbuhkan rasa welas asih dan kebajikan bagi seluruh umat manusia.(FM)

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Akhiri Penantian 22 Tahun, Pemerintah dan DPR Setujui RUU PPRT Disahkan Jadi Undang-Undang

21 April 2026 - 17:50 WIB

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

19 April 2026 - 11:06 WIB

Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Harus Dikawal, Tantangan Ada pada Implementasi

11 April 2026 - 14:48 WIB

Antusiasme Tinggi, Menaker Ajukan Tambahan 150 Ribu Kuota Magang Nasional 2026

11 April 2026 - 14:41 WIB

Kemnaker Siapkan Reward bagi Perusahaan yang Fasilitasi Peserta MagangHub Kantongi Sertifikasi Kompetensi

7 April 2026 - 09:38 WIB

Menaker: Hubungan Industrial Harus Naik Kelas agar Pekerja Tak Tertinggal oleh AI

3 April 2026 - 20:06 WIB

Trending di Berita