GPK Aliansi Tepi Barat Harap Kemenag dan Instansi Terkait Amankan Pelajar dari Tindakan Asusila, Yanto Pethuk: Kami Tunggu Janji Kemenag - Komunitas Todays

Menu

Mode Gelap
Wali Kota Jakarta Barat Hadiri Dialog Aspirasi KADIN, Dorong Sinergi Ekonomi Lintas Sektor PWI Tegaskan Negara Wajib Hadir Lindungi Wartawan, Bukan Sekadar Tanggung Jawab Moral PWI Pusat Tegaskan Kepemimpinan Kesit Budi Handoyo di PWI Provinsi DKI Jakarta PWI Pusat Prihatin Pencabutan Kartu Liputan Istana Wartawan CNN Indonesia PWI Pusat Kembali ke Rumah Lama, Awali Kepengurusan Baru dengan Doa Yatim Piatu

Daerah · 16 Dec 2024 19:34 WIB

GPK Aliansi Tepi Barat Harap Kemenag dan Instansi Terkait Amankan Pelajar dari Tindakan Asusila, Yanto Pethuk: Kami Tunggu Janji Kemenag


 GPK Aliansi Tepi Barat Harap Kemenag dan Instansi Terkait Amankan Pelajar dari Tindakan Asusila, Yanto Pethuk: Kami Tunggu Janji Kemenag Perbesar

Magelang, Komunitastodays, – Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Aliansi Tepi Barat yang kini mengawal kasus kekerasan seksual terhadap empat santriwati yang dilakukan oleh KH. Ahmad Labib Asrori, pengasuh pondok pesantren di Tempuran, Magelang, meminta kepada pihak-pihak terkait untuk bersama-sama mengawasi dan melindungi para pelajar, khususnya santriwan dan santriwati, dari tindakan asusila. Kasus ini telah disidangkan di Pengadilan Negeri Mungkid Magelang.

Komandan GPK Aliansi Tepi Barat, Yanto Pethuk, menegaskan bahwa tindakan kekerasan seksual seperti ini sangat merusak kehormatan dunia pendidikan dan agama Islam. Dalam menanggapi hal tersebut, GPK Aliansi Tepi Barat sebelumnya telah melakukan audiensi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magelang, Pj. Bupati, serta Ketua DPRD yang juga dihadiri oleh eksekutif dan legislatif.

“Kami sudah melakukan audiensi bersama pihak-pihak terkait, di mana Kemenag berjanji akan melaksanakan aturan yang berlaku. Selain itu, mereka juga akan memasang plang yang menyatakan legalitas pondok pesantren yang telah terdaftar di masing-masing ponpes,” ujar Yanto saat ditemui di sela-sela pengawalan sidang keenam kasus kekerasan seksual di Pengadilan Negeri Mungkid, Senin (16/12/2024).

Yanto menambahkan bahwa kejelasan legalitas pondok pesantren sangat penting agar masyarakat dan orangtua merasa aman dan nyaman saat menitipkan anak mereka untuk menuntut ilmu. “Pondok pesantren harus bisa membentuk akhlakul karimah bagi santriwan dan santriwati. Jangan sampai mereka justru menjadi korban tindakan asusila seperti yang dilakukan oleh Ahmad Labib Asrori,” harapnya.

Menurut Yanto, Kabupaten Magelang sudah dalam kondisi darurat kekerasan seksual, khususnya di lingkungan pondok pesantren. “Pada tahun 2020, kejadian serupa juga terjadi di salah satu pondok pesantren di Tempuran,” tambahnya.

Yanto menegaskan bahwa orang tua yang menitipkan anak mereka ke pondok pesantren menginginkan pendidikan yang baik dan benar, tanpa adanya penyalahgunaan kekuasaan oleh pengasuh. “Jangan sampai ada sewenang-wenang dari pimpinan pondok pesantren yang menjadikan santri sebagai objek untuk kepentingan pribadi atau politik,” tandasnya.

Terkait dengan pernyataan Kemenag, Yanto meminta agar pihak Kemenag lebih tegas dalam melakukan pemantauan. “Kemenag harus benar-benar memonitor aktivitas pondok pesantren di Kabupaten Magelang, baik yang sudah terdaftar maupun yang belum. Jika pondok pesantren tidak memiliki legalitas, akan menimbulkan masalah di kemudian hari,” tegasnya.

Yanto juga mengungkapkan bahwa dalam audiensi tersebut, Kemenag berjanji akan memasang plang yang menyatakan legalitas pondok pesantren yang telah terdaftar. “Kemenag meminta waktu sekitar satu bulan untuk memasang plang tersebut,” ujarnya.

GPK Aliansi Tepi Barat akan menunggu hingga janji tersebut ditepati. Jika plang tersebut tidak terpasang, mereka berjanji akan mendatangi Kemenag untuk menagih janji tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak Kemenag belum dapat dihubungi untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut.(Nana)

Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mencoreng Wajah Indonesia di mata Internasional, PMKRI Mendesak Kepala Imigrasi Batam di Copot

31 March 2026 - 09:15 WIB

Berkah Idul Fitri 1447 H, 1.931 Warga Binaan Lapas Kelas I Medan Terima Remisi

21 March 2026 - 21:00 WIB

35 Siswa SDN 071123 Diduga Keracunan Makanan Program MBG, Orang Tua dan Warga Kepulauan Batu Kecewa

24 February 2026 - 19:51 WIB

Motor Honda Beat 2025 Raib di Komplek Nusa Center, Pemilik Pertanyakan Kepedulian Warga

21 February 2026 - 16:16 WIB

Resmi Dilantik, Pengurus Makin Tuban Periode 2026-2030 Komitmen Jaga Kerukunan Umat

13 February 2026 - 07:10 WIB

Dari Balik Jeruji, Suara Al-Qur’an Menggema: Warga Binaan Lapas Kelas I Medan Buka MTQ Helvetia ke-59

7 February 2026 - 15:36 WIB

Trending di Daerah