Yuk!! Berwisata ke Pulau Sebira di Kepulauan Seribu - Komunitas Todays

Menu

Mode Gelap
Wali Kota Jakarta Barat Hadiri Dialog Aspirasi KADIN, Dorong Sinergi Ekonomi Lintas Sektor PWI Tegaskan Negara Wajib Hadir Lindungi Wartawan, Bukan Sekadar Tanggung Jawab Moral PWI Pusat Tegaskan Kepemimpinan Kesit Budi Handoyo di PWI Provinsi DKI Jakarta PWI Pusat Prihatin Pencabutan Kartu Liputan Istana Wartawan CNN Indonesia PWI Pusat Kembali ke Rumah Lama, Awali Kepengurusan Baru dengan Doa Yatim Piatu

Ekbis ยท 23 Oct 2024 16:13 WIB

Yuk!! Berwisata ke Pulau Sebira di Kepulauan Seribu


 Yuk!! Berwisata ke Pulau Sebira di Kepulauan Seribu Perbesar

Jakarta, Komunitastodays,- Pulau Sebira adalah pulau kecil yang terletak di zona terluar Kepulauan Seribu. Lokasi yang jauh dari pusat Jakarta secara tidak langsung melindungi pulau ini dari pencemaran air dan gangguan aktivitas perkotaan.

Hal ini menyebabkan Pulau Sabira sangat mendukung fungsi sebagai tempat perlindungan bagi berbagai macam jenis hewan dan tumbuhan.

Terdapat banyak daya tarik yang menjadikan destinasi ini ramai dikunjungi. Salah satunya adalah keberadaan Suku Bugis yang memiliki ciri khas tersendiri. Hal yang paling mencolok adalah adanya rumah panggung dengan lorong yang ada di bawahnya.

Di samping itu, tempat ini memiliki bentang alam yang indah dengan luas sekitar 8,8 hektare. Pengunjung dapat menikmati keindahan alam memukau beserta jernihnya air laut dan ombak yang tenang di sini.

Pulau Sebira juga sejak lama telah dihuni oleh manusia. Populasi manusia di pulau ini terus bertambah seiring berjalannya waktu. Seiring bertambahnya populasi manusia, pulau ini mulai mendapatkan perhatian dari berbagai pihak termasuk pemerintah dalam aspek pembangunan, sehingga habitat bagi hewan dan tumbuhan juga semakin terdesak. Pembangunan yang cukup signifikan beberapa tahun terakhir terkait dengan pembangunan di sekitar pesisir pantai.

Kegiatan pembangunan yang dilakukan Pemerintah seringkali hanya mementingkan aspek kepentingan manusia dan kurang memerhatikan pendapat para ahli akan akibat lain yang mungkin ditimbulkan selain untuk manusia. Sebelum adanya populasi manusia, Pulau Sebira didominasi tumbuhan alami dan merupakan “rumah” bagi populasi penyu.

Tidak didasari oleh pengetahuan tentang lingkungan dapat menyebabkan risiko terhadap rumah bagi penyu sisik. Selain itu, ancaman perburuan telur penyu yang tinggi dari masyarakat juga menjadi masalah tambahan yang dihadapi dalam upaya konservasi penyu. Hal tersebut dapat berdampak serius terhadap keberlanjutan populasi penyu di Pulau Sebira.

Dalam rangka tahap awal untuk menyelamatkan komponen tersebut, komunitas gabungan mengidentifikasi komponen masyarakat yang paling potensial untuk diberikan pemahaman tentang konservasi penyu dan mangrove. Target masyarakat tersebut adalah anak-anak di Pulau Sabira yang merupakan generasi penerus masyarakat. Miskonsepsi tentang penyu dan mangrove yang mereka peroleh dari leluhur perlu ditumpulkan melalui kegiatan edukasi.

Komunitas gabungan terdiri dari Nahan NAFAS, FBRTV OFFICIAL, RSI, NET PERSADA INDONESIA ( Fashion) berniat untuk melakukan pengawasan secara intensif untuk melihat keberlanjutan penyu sisik dan mangrove di Pulau Sabira. Melalui hasil diskusi dengan tokoh masyarakat, rencana mendatang akan dikonsentrasikan pada penerapan celah dinding pantai dalam memfasilitasi masuk dan keluarnya penyu sisik dan juga uji coba penanaman mangrove di luar dinding pembatas sebagai tahap lanjutan. (RK)

Artikel ini telah dibaca 122 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kemnaker Sinkronkan Pelatihan Vokasi dengan Industri KEK, 60 Ribu Kuota Pelatihan Disiapkan

25 April 2026 - 09:32 WIB

Tekankan Kepemimpinan Humanis, Wakasad: Komandan Harus Dekat dengan Prajurit

21 April 2026 - 10:07 WIB

Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja

17 April 2026 - 11:19 WIB

Kemnaker Gandeng TikTok, Perkuat Talenta Ekonomi Digital dan Buka Peluang Kerja Baru

16 April 2026 - 10:40 WIB

Penduduk Usia Lanjut Meningkat, Kemnaker Ajak Dunia Usaha Perluas Akses Kerja Lansia

16 April 2026 - 10:36 WIB

Menaker: Nyawa Pekerja Tak Boleh Jadi Taruhan, Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja

15 April 2026 - 16:58 WIB

Trending di Berita