Tionghoa Cilacap Lestarikan Budaya Jawa di Masa Hindia Belanda - Komunitas Todays

Menu

Mode Gelap
Wali Kota Jakarta Barat Hadiri Dialog Aspirasi KADIN, Dorong Sinergi Ekonomi Lintas Sektor PWI Tegaskan Negara Wajib Hadir Lindungi Wartawan, Bukan Sekadar Tanggung Jawab Moral PWI Pusat Tegaskan Kepemimpinan Kesit Budi Handoyo di PWI Provinsi DKI Jakarta PWI Pusat Prihatin Pencabutan Kartu Liputan Istana Wartawan CNN Indonesia PWI Pusat Kembali ke Rumah Lama, Awali Kepengurusan Baru dengan Doa Yatim Piatu

Daerah · 27 Aug 2023 10:55 WIB

Tionghoa Cilacap Lestarikan Budaya Jawa di Masa Hindia Belanda


 Tionghoa Cilacap Lestarikan Budaya Jawa di Masa Hindia Belanda Perbesar

Cilacap, Komunitastodays,- Masyarakat Tionghoa Cilacap pada era Hindia Belanda mungkin jarang diketahui oleh warga, meski sisa-sisa kejayaannya masih dapat dilihat hingga saat ini. Orang Tionghoa di Cilacap merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah Kabupaten Cilacap.

Berawal dari mengumpulkan arsip dan foto-foto Tionghoa di Cilacap, Pegiat Sejarah dari Komunitas Tjilatjap History, Riyadh Ginanjar, membuat buku karya tulis berjudul Tionghoa Cilacap. Buku itu berisi Sejarah dan Perkembangan Tionghoa Cilacap. Perilisan buku ini saat peringatan HUT RI ke-78.

“Buku ini mencoba membangkitkan kembali memori kehidupan masyarakat Tionghoa di Cilacap pada masa lalu. Pada tahun 1900-an, mereka telah membangun fasilitas sosial seperti sekolah, tempat pengobatan, percetakan, tempat hiburan, dan sebagainya. Yang semuanya itu tentunya meramaikan perdagangan di Cilacap,” ujarnya, Sabtu (26/8/2023).

Tak hanya itu saja, pada era sebelum kemerdekaan, masyarakat Tionghoa Cilacap juga turut melestarikan adat kebudayaan Jawa. Mereka mengenakan pakaian kebaya dan beskap.

“Ternyata sampai saat ini masih banyak yang melestarikannya, mereka tidak kelihatan orang Cinanya. Sampai sekarang masih banyak yang seperti itu, cuman kita banyak yang tidak tahu,” ujarnya.

Sedangkan untuk peristiwa yang menonjol, menurut Riyadh, mereka harus menghadapi kehidupan keras. Khususnya saat peristiwa pasca Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Yang menonjol, kehidupan keras pasca kemerdekaan RI, mereka harus mengungsi, rumah dibakar dan hartanya dijarah,” imbuhnya.

Buku tersebut rilis setelah penulis mengadakan riset sekitar 2 tahun. Buku ini ada sebanyak 73 halaman berisi foto-foto dan tulisan cerita sejarah dan perkembangan Tionghoa di Cilacap.

Buku ini bisa didapat di Sekretariat Komunitas Tjilatjap History di Jalan Jawa 1B, Kelurahan Gunungsimping, Kecamatan Cilacap Tengah atau juga di Azana Asia Hotel Cilacap. Buku ini berharga Rp50 ribu.

Editor: Kholil Rokhman

Artikel ini telah dibaca 1,260 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kunjungi Nagrek dan Tasikmalaya, Bamsoet Apresiasi Jawa Barat Tunjukkan Ketahanan Ekonomi di Tengah Gejolak Dunia

20 June 2026 - 17:25 WIB

Menaker Yassierli Pimpin Delegasi Indonesia di Konferensi Perburuhan Internasional ke-114, Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global

8 June 2026 - 17:36 WIB

Kemnaker Matangkan Persiapan Delegasi Tripartit Indonesia Jelang ILC ke-114

29 May 2026 - 07:34 WIB

Babi Hutan Bikin Resah dan Gagal Panen, Bamsoet dan Ketua Umum Perbakin Banten Turun Berburu Tekan Populasi Babi Hutan yang Rugikan Petani

23 May 2026 - 15:51 WIB

Kemnaker Siapkan Pelatihan Berbasis AI bagi 3.100 Pemuda di Padang

16 May 2026 - 00:08 WIB

Acara Tradisi Penyambutan Warga Baru Yonif 515 UTY/9/2 Kostrad

12 May 2026 - 22:37 WIB

Trending di Berita