Nias Selatan, Komunitastoday, – Gugusan Pulau Hibala yang terletak di pantai barat Pulau Sumatera dilanda Banjir Banda. Hampir-hampir menelan korban jiwa.
Desa Sihalema dan Hilianombasela Kecamatan Hibala Kabupaten Nias Selatan yang merupakan pusat banjir. Sungai-sungai disekitar desa meluap dan mengenangi seluruh wilayah desa. Akibat banjir banda ini, warga kedua desa mengalami kerugian ratusan jutaan rupiah. Karena rumah-rumah dan harta milik warga diterpa banjir. Sedangkan roda perekonomian masyarakat hibala berhenti total.
Dari penuturan salah seorang warga yang tidak mau ditulis namanya, banjir melanda desanya pada hari Senin (14/3/2023) itu diduga akibat penebangan kayu di hutan.
Kepala Desa Sihalema, TM yang didamping Kepala Desa Baruyu Sibohou, SJ dan para Aparat Desa setempat, membenarkan bahwa sebelum beroperasinya PT. TN di hutan Hibala, Desa kami tidak pernah banjir.
Karena itu, masyarakat Hibala dan Para Kepala Desa Hibala serta Forkades Kep. Batu Hibala yang dikomandai Bung Timos Manao meninta kepada Pemerintah Propinsi Sumatera Utara dan Menteri KLH RI menghentikan sementara kegiatan penebangan kayu di hutan Hibala.
Kantor Dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Utara bersama Camat dan Kepala Desa Hibala mengaudit perusahaan PT. TN guna memastikan perusahaan tersebut beroperasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Kalau perusahaan menyimpang, demi keselamatan nyawa manusia di Hibala kegiatan PT. TN untuk sementara dihentikan.(red)









