Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Menggelar Seminar Nasional Mitigasi Wabah Lumpy Skin Disease - Komunitas Todays

Menu

Mode Gelap
Wali Kota Jakarta Barat Hadiri Dialog Aspirasi KADIN, Dorong Sinergi Ekonomi Lintas Sektor PWI Tegaskan Negara Wajib Hadir Lindungi Wartawan, Bukan Sekadar Tanggung Jawab Moral PWI Pusat Tegaskan Kepemimpinan Kesit Budi Handoyo di PWI Provinsi DKI Jakarta PWI Pusat Prihatin Pencabutan Kartu Liputan Istana Wartawan CNN Indonesia PWI Pusat Kembali ke Rumah Lama, Awali Kepengurusan Baru dengan Doa Yatim Piatu

Ekbis ยท 1 Apr 2022 13:48 WIB

Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Menggelar Seminar Nasional Mitigasi Wabah Lumpy Skin Disease


 Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Menggelar Seminar Nasional Mitigasi Wabah Lumpy Skin Disease Perbesar

Jakarta,Komunitastodays, – Bertempat di Grand Whiz Hotel Jakarta. Jumat (1/4/2022). Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Menggelar Seminar Nasional Mitigasi Wabah Lumpy Skin Disease di Indonesia. Acara Seminar Nasional ini kerjasama dengan KEMIN, ISPI, SANTORI, PT. Indo Prima Beef, KASA (Karunia Alam), QILU INDONESIA.

Acara Seminar Nasional ini dihadiri oleh Para Dokter Hewan, Pengusaha, Pengurus dan Anggota PDHI, serta media dan masyarakat umum.

Adapun Opening speech Dr.drh Muhammad Munawaroh MM, Sedangkan narasumber Seminar Nasional ini yaitu, Dr.drh. Nuryani Zainuddin Msi, drh. Try Satya Putri Naipospos MPhil, PhD., Prof Widya Asmara, Ir. Didiek Purwanto, IPU.

Ketua Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia yang juga Pelaku Usaha drh. Nanang Purus Subendro Mengatakan Bagi kami pelaku usaha dibidang peternakan memang satu hal yang cukup merisaukan, Karena dampak kematiannya tidak tinggi dan juga tidak menular kemanusia tetapi dampak ekonominya yang sangat luar biasa.

Dimana kalau sapi nya terkena cukup akut tidak bisa dikonsumsi, kemudian nilai ekonomi yang ditimbulkan sangat luar biasa, Disamping itu juga bagi masyarakat peternak juga menimbulkan kecemasan sehingga tadi disebutkan adanya panik selling, penjualan yang dilakukan karena panik, sehingga harganya sudah sangat merugikan peternak,”Ujar Nanang.

Kami sangat berharap pemerintah dengan hasil dari rekomendasi hasil seminar hari ini nanti bisa dilaksanakan dengan pengetatan chek point, penerapan bio security, melakukan vaksinasi dan lain sebagainya itu ini tidak bisa ditunda-tunda lagi, semakin lambat penyelesaiannya akan semakin sulit untuk membendung penyebarannya ini yang kita takutkan,”Ungkap Nanang.

Harapan kami pemerintah melakukan semacam tanggap darurat, harus cepat ini seperti yang pernah terjadi di Lampung adanya wabah jembrana adanya wabah yang menimpa sapi bali, kita lakukan gerakan cepat apa yang dilakukan dengan perbaikan sanitasi, bio security dan lain sebagainya, saya berkeyakinan ini bisa dibendung kalau tindakkannya cepat,”Pungkas drh.Nanang penuh harap.
*( Rika ).

Artikel ini telah dibaca 110 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kemnaker Sinkronkan Pelatihan Vokasi dengan Industri KEK, 60 Ribu Kuota Pelatihan Disiapkan

25 April 2026 - 09:32 WIB

Tekankan Kepemimpinan Humanis, Wakasad: Komandan Harus Dekat dengan Prajurit

21 April 2026 - 10:07 WIB

Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja

17 April 2026 - 11:19 WIB

Kemnaker Gandeng TikTok, Perkuat Talenta Ekonomi Digital dan Buka Peluang Kerja Baru

16 April 2026 - 10:40 WIB

Penduduk Usia Lanjut Meningkat, Kemnaker Ajak Dunia Usaha Perluas Akses Kerja Lansia

16 April 2026 - 10:36 WIB

Menaker: Nyawa Pekerja Tak Boleh Jadi Taruhan, Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja

15 April 2026 - 16:58 WIB

Trending di Berita