Cengkareng Jadi Wilayah Tertinggi Kasus DBD di Jakarta Barat, Total 842 Kasus Sejak Awal Tahun - Komunitas Todays

Menu

Mode Gelap
Wali Kota Jakarta Barat Hadiri Dialog Aspirasi KADIN, Dorong Sinergi Ekonomi Lintas Sektor PWI Tegaskan Negara Wajib Hadir Lindungi Wartawan, Bukan Sekadar Tanggung Jawab Moral PWI Pusat Tegaskan Kepemimpinan Kesit Budi Handoyo di PWI Provinsi DKI Jakarta PWI Pusat Prihatin Pencabutan Kartu Liputan Istana Wartawan CNN Indonesia PWI Pusat Kembali ke Rumah Lama, Awali Kepengurusan Baru dengan Doa Yatim Piatu

Berita · 24 Apr 2026 21:15 WIB

Cengkareng Jadi Wilayah Tertinggi Kasus DBD di Jakarta Barat, Total 842 Kasus Sejak Awal Tahun


 Cengkareng Jadi Wilayah Tertinggi Kasus DBD di Jakarta Barat, Total 842 Kasus Sejak Awal Tahun Perbesar

Jakarta, Komunitastodays.co – Kecamatan Cengkareng tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tertinggi di Jakarta Barat sepanjang tahun 2026. Hingga 23 April 2026, setidaknya ada 327 kasus DBD yang dilaporkan dari kecamatan tersebut.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Arum Ambarsari, mengungkapkan bahwa total kasus DBD di Jakarta Barat mencapai 842 kasus sejak 1 Januari hingga 23 April 2026. Selain Cengkareng, wilayah lain dengan kasus signifikan adalah Kalideres dengan 188 kasus, diikuti Kebon Jeruk (85 kasus), Kembangan (65 kasus), Grogol Petamburan (57 kasus), Tambora (47 kasus), Palmerah (46 kasus), dan Taman Sari (27 kasus).

Arum menyebutkan bahwa tren kasus DBD di Jakarta Barat mengalami peningkatan tajam pada kuartal pertama tahun ini. Jumlah kasus tercatat sebanyak 134 pada Januari, melonjak menjadi 203 pada Februari, dan mencapai puncaknya di Maret dengan 315 kasus. Angka ini sedikit menurun menjadi 190 kasus hingga akhir April.

Peningkatan kasus tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor lingkungan, khususnya kelembaban udara yang tinggi serta sistem drainase yang tidak lancar di sejumlah wilayah. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang ideal bagi perkembangan vektor nyamuk Aedes aegypti.

Menanggapi hal tersebut, Arum menegaskan pentingnya pengendalian vektor secara intensif. Masyarakat dihimbau untuk aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui metode 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang, plus mencegah gigitan nyamuk) serta menggerakkan program “1 Rumah 1 Jumantik” (Juru Pemantau Jentik).

“Sudis Kesehatan juga akan terus melakukan pengendalian vektor melalui larvasidasi selektif dan fogging fokus di titik-titik rawan,” ujar Arum kepada awak media, Jumat (24/4/2026). (Fer)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ketua Umum DePA-RI Penuhi Undangan Pembicara Markas Besar TNI AU

24 April 2026 - 20:06 WIB

Kejari Jakarta Barat Gelar Isbat Nikah Massal Gratis, 26 Pasangan Resmi Tercatat Secara Hukum

24 April 2026 - 19:45 WIB

Koordinator PMKRI Wilayah Riau-Kepri, Soroti Status Lahan Montigo Resort Yang Diduga Berada Dikawasan Hutan Lindung

24 April 2026 - 15:50 WIB

75 Peserta Ikuti Famtrip Wisata Religi Lintas Agama di Jakarta Barat

24 April 2026 - 15:46 WIB

Bank Jakarta Gelar Donor Darah Kolaboratif Sambut HUT ke-65 Bersama PWI Jaya dan PMI DKI

24 April 2026 - 15:35 WIB

Pemkot Jakbar Perkuat Kolaborasi Lintas Instansi untuk Perlindungan Perempuan dan Anak

24 April 2026 - 13:06 WIB

Trending di Daerah