Mencoreng Wajah Indonesia di mata Internasional, PMKRI Mendesak Kepala Imigrasi Batam di Copot - Komunitas Todays

Menu

Mode Gelap
Wali Kota Jakarta Barat Hadiri Dialog Aspirasi KADIN, Dorong Sinergi Ekonomi Lintas Sektor PWI Tegaskan Negara Wajib Hadir Lindungi Wartawan, Bukan Sekadar Tanggung Jawab Moral PWI Pusat Tegaskan Kepemimpinan Kesit Budi Handoyo di PWI Provinsi DKI Jakarta PWI Pusat Prihatin Pencabutan Kartu Liputan Istana Wartawan CNN Indonesia PWI Pusat Kembali ke Rumah Lama, Awali Kepengurusan Baru dengan Doa Yatim Piatu

Berita · 31 Mar 2026 09:15 WIB

Mencoreng Wajah Indonesia di mata Internasional, PMKRI Mendesak Kepala Imigrasi Batam di Copot


 Mencoreng Wajah Indonesia  di mata Internasional, PMKRI Mendesak Kepala Imigrasi Batam di Copot Perbesar

Komunitastodays.co, Batam,- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Batam menyoroti kasus dugaan pungutan liar (pungli) oleh oknum petugas imigrasi di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre setelah pengalaman sejumlah wisatawan asing mencuat dipermukaan media sosial dan media luar negeri.

Ketua PMKRI Batam , Simeon Senang menyampaikan bahwa kasus klasik semacam ini (pungli) metodenya selalu intimidatif , mencari – cari kesalahan administratif dan sebagainya. Polanya selalu sama hanya saja di daur ulang sesuai situasional lapangan.

Sungguh miris , pelabuhan merupakan salah satu pintu gerbang sekaligus etalase halaman depan negara kita , tempat orang keluar masuk , baik orang lokal maupun orang asing mesti dikotori dan dicemari dengan pungutan liar.

Pratek ini menyisahkan preseden buruk dan merusak citra Indonesia di mata Internasional , khususnya wisatawan di kawasan Asia. Hal ini juga sangat berpengaruh pada sirkulasi ekonomi di Kota Batam karena sektor pariwisata cukup memberikan dampak ekonomi yang signifikan selain industri sebagai  leading sektor utama ekonomi.

PMKRI Batam juga menilai Kepala Imigrasi Batam sebagai pimpinan gagal mendidik dan mengawasi bawahannya sendiri. Dengan demikian maka patutlah secara moral pimpinan juga harus bertanggungjawab. Kami juga mendesak agar Kepala Imigrasi Batam juga dicopot dari jabatannya dan menuntut agar beliau meminta maaf secara kelembagaan kepada publik serta warga negara asing yang telah dilakukan pemerasan dan pungutan liar.

Disisi lain , PMKRI Batam juga mendesak agar proses penanganan kasus ini tidak hanya secara etik oleh internal imigrasi karena pungli merupakan kategori pemerasan dan korupsi maka harus diusut tuntas di wilayah pidana sehingga persoalan serupa tidak terulang sekaligus memberi efek jerah kepada oknum-oknum imigrasi lainnya. (sannah)

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wamenaker: Industri Kini Tak Lagi Hanya Bertanya Ijazah, tapi juga Kompetensi

14 June 2026 - 16:49 WIB

Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo

14 June 2026 - 16:31 WIB

Lepas Pelari JAKIM 2026, Gubernur Pramono: Jakarta Jadi Destinasi Sport Tourism Dunia

14 June 2026 - 16:00 WIB

JUVÉ SKIN Ajak Masyarakat Mengakhiri Ketergantungan pada Produk Skincare Berisiko

14 June 2026 - 15:52 WIB

Razia dan Patroli Mobile Digelar Hingga Jumat Dini Hari, Pastikan Jakarta Barat Aman Kondusif

12 June 2026 - 14:58 WIB

Kapolri Ajak Masyarakat Nobar Piala Dunia 2026 di Jajaran Polri

12 June 2026 - 14:53 WIB

Trending di Berita