Jakarta, Komunitastodays.co,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) menggelar sosialisasi revitalisasi dan penataan Daerah Aliran Sungai (DAS) Polder Kamal Tahap 1 di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara, Selasa (10/3/2026).
Sosialisasi tersebut dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Jakarta Barat, Imron Syahrin, bersama Kepala Bidang Pengendalian Rob dan Pengembangan Pesisir Pantai Dinas SDA DKI Jakarta, Chiko Tricanescoro. Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Lurah Kamal, Lurah Tegal Alur, serta perwakilan kontraktor PT Adhi Karya dan PT Jaya Semanggi Enjiniring (JSE).
Imron Syahrin mengatakan, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas SDA tengah melakukan sosialisasi revitalisasi dan penataan DAS Polder Kamal Tahap 1 yang menjadi salah satu proyek strategis pengendalian banjir dan rob di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara.
Menurutnya, proyek yang dikerjakan oleh PT Adhi Karya dan PT Jaya Semanggi Enjiniring (JSE) tersebut akan merevitalisasi serta menata DAS Polder Kamal Tahap 1 di bantaran Kali Semongol sepanjang kurang lebih tiga kilometer.
“Penataan dimulai dari perbatasan Kali Kamal di Jakarta Utara hingga belakang Rusunawa Tegal Alur di Jakarta Barat,” ujarnya.
Namun demikian, Imron mengungkapkan terdapat sejumlah kendala yang perlu dicarikan solusi, di antaranya adanya warga yang memiliki sertifikat hak milik (SHM) atas lahan di lokasi proyek serta rencana pembongkaran beberapa jembatan di area tersebut.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Rob dan Pengembangan Pesisir Pantai Dinas SDA DKI Jakarta, Chiko Tricanescoro, menjelaskan proyek revitalisasi ini merupakan salah satu upaya Pemprov DKI Jakarta dalam meningkatkan ketahanan wilayah pesisir terhadap banjir dan rob.
Selain itu, proyek tersebut juga bertujuan memperbaiki sistem drainase perkotaan agar lebih berkelanjutan.
Ia menambahkan, kawasan Polder Kamal selama ini kerap mengalami genangan, terutama saat curah hujan tinggi yang bertepatan dengan pasang air laut. Kondisi tersebut diperparah oleh topografi saluran yang landai serta konektivitas infrastruktur air yang belum optimal.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Kerja Sama Operasi (KSO) PT Adhi Karya (Persero) Tbk bersama PT Jaya Semanggi Enjiniring (JSE), Rinto, memaparkan rencana teknis proyek revitalisasi Polder Kamal Tahap 1.
Rinto menjelaskan, pekerjaan proyek meliputi pemasangan dinding penahan tanah menggunakan CCSP dan L-Shape, penataan Waduk Tegal Alur, serta pengerjaan tunneling.
“Seluruh rangkaian pekerjaan ini difokuskan pada penataan daerah aliran sungai untuk menciptakan sistem drainase yang lebih efektif,” tandasnya.(Ferry)







