Pemkab Tapanuli Utara Sampaikan Perkembangan Terkini Bencana: Akses Terputus, Puluhan Korban Hilang, Evakuasi Terus Dipercepat - Komunitas Todays

Menu

Mode Gelap
Wali Kota Jakarta Barat Hadiri Dialog Aspirasi KADIN, Dorong Sinergi Ekonomi Lintas Sektor PWI Tegaskan Negara Wajib Hadir Lindungi Wartawan, Bukan Sekadar Tanggung Jawab Moral PWI Pusat Tegaskan Kepemimpinan Kesit Budi Handoyo di PWI Provinsi DKI Jakarta PWI Pusat Prihatin Pencabutan Kartu Liputan Istana Wartawan CNN Indonesia PWI Pusat Kembali ke Rumah Lama, Awali Kepengurusan Baru dengan Doa Yatim Piatu

Daerah · 27 Nov 2025 21:02 WIB

Pemkab Tapanuli Utara Sampaikan Perkembangan Terkini Bencana: Akses Terputus, Puluhan Korban Hilang, Evakuasi Terus Dipercepat


 Pemkab Tapanuli Utara Sampaikan Perkembangan Terkini Bencana: Akses Terputus, Puluhan Korban Hilang, Evakuasi Terus Dipercepat Perbesar

Taput, Komunitastodays.co,- Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si, M.Si bersama Dandim 0210/TU Letkol Kav Ronal Tampubolon, S.H, M.Han, Kapolres Tapanuli Utara AKBP Ernis Sitinjak, S.H, S.I.K, serta perwakilan BNPB dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyampaikan informasi terkait perkembangan penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Tapanuli Utara selama 3 hari terakhir, bertempat di halaman kantor Bupati Taput, Tarutung. Kamis, 27 November 2025.

Bupati menyampaikan bahwa bencana kurang lebih 3 hari ini berdampak luas pada sedikitnya enam kecamatan dengan dua jenis bencana utama, yakni banjir dan longsor.

6 wilayah terdampak banjir meliputi Kecamatan Pahae julu, Pahae Jae, Purbatua, Siatas Barita, Tarutung dan Parmonangan serta sebagian wilayah lain. Banjir terparah terjadi di Kecamatan Purbatua dan Pahae Jae. Bantuan pemenuhan kebutuhan dasar dan. Permakanan telah disalurkan, termasuk kepada masyarakat yang sempat terisolasi. Sementara itu, tanah longsor terparah terjadi di Kecamatan Parmonangan dan Adian Koting, dengan dampak yang sangat menghambat akses.

Hingga siang ini, akses jalan utama Tarutung–Tapanuli Tengah–Sibolga masih terputus total akibat 30–40 titik longsor. Tim gabungan sedang bekerja membuka jalur prioritas untuk menghubungkan konektivitas Tarutung menuju Tapanuli Tengah. Kondisi terakhir menunjukkan akses kendaraan baru dapat mencapai wilayah Lobu Pining, dengan harapan perbaikan dapat menembus Adian Koting dalam 2 hari ke depan.

Situasi di lapangan juga diperparah oleh putusnya jaringan listrik dan telekomunikasi di wilayah Adian Koting hingga Sibolga. Pemerintah telah mengerahkan perangkat komunikasi Starlink pada beberapa titik untuk mendukung koordinasi. Banyak warga yang terjebak di perjalanan dari Medan menuju Sibolga terpaksa meninggalkan kendaraan dan berjalan menuju Tarutung karena akses tertutup total.

Berdasarkan laporan yang diterima Tim Gabungan, korban jiwa yang telah ditemukan berjumlah 7 orang, terdiri dari 2 orang korban di Parsikkaman dan 5 orang di Sibalanga. Sementara itu, sekitar 29 orang masih dinyatakan hilang di sejumlah lokasi terdampak. Kecamatan Parmonangan juga melaporkan adanya rumah tertimpa longsor dan dugaan korban hilang, termasuk 5 orang yang diduga tertimbun di area PLTMA.

TNI, melalui Kodam I/BB, telah mengerahkan alat berat berupa 1 unit ekskavator serta 1 unit truk untuk membantu pembukaan akses Tarutung–Sibolga, sebagai jalur utama masuknya bantuan logistik. Tambahan pasukan sebanyak 200 personel telah digerakkan dari Mabes AD untuk membantu wilayah-wilayah lain yang terdampak. Koramil dan Polsek di seluruh titik terdampak turut melakukan evakuasi korban, termasuk pengangkatan jenazah di Adian Koting meski komunikasi hanya stabil sekitar 15 menit setiap kali tersambung.

Pihak Kepolisian Sumatera Utara juga bergerak cepat. Kapolda Sumut dijadwalkan tiba di Bandara Silangit menggunakan helikopter untuk memimpin langsung koordinasi penanganan bencana. Posko utama penanganan bencana ditempatkan di Kabupaten Tapanuli Utara dengan dukungan penuh BNPB yang telah mengirimkan tim pusat untuk memperkuat operasi lapangan. Pemerintah menegaskan bahwa status bencana saat ini adalah Tanggap Darurat selama tujuh hari dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mengimbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menggunakan call center resmi Pemkab Taput pada nomor 081161645500 untuk melaporkan atau mencari informasi keluarga yang terdampak.

Upaya jalur udara melalui heli dan pesawat Hercules sedang disiapkan untuk mempercepat distribusi bantuan dan evakuasi. Pemerintah menegaskan komitmen untuk bekerja maksimal bersama seluruh unsur TNI–Polri, relawan, dan instansi terkait demi menyelamatkan warga dan memulihkan akses secepat mungkin. (Frengky Butarbutar)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menaker: Pemerintah Perkuat Perlindungan Pekerja melalui Regulasi Pembatasan Alih Daya

1 May 2026 - 13:32 WIB

Diduga Aktivitas Cut and Fill Tanpa Koordinasi, Kelurahan Kabil Pertanyakan Legalitas PT Perambah Batam Expresco

1 May 2026 - 13:14 WIB

Menaker: Pelatihan Vokasi Kunci Tingkatkan Penyerapan Tenaga Kerja

30 April 2026 - 10:47 WIB

Koordinator PMKRI Wilayah Riau-Kepri, Soroti Status Lahan Montigo Resort Yang Diduga Berada Dikawasan Hutan Lindung

24 April 2026 - 15:50 WIB

Pemkot Jakbar Perkuat Kolaborasi Lintas Instansi untuk Perlindungan Perempuan dan Anak

24 April 2026 - 13:06 WIB

Doa Lintas Spiritualitas di Gunung Padang, Seruan Tobat Ekologis di Hari Bumi

23 April 2026 - 19:27 WIB

Trending di Daerah