Pelajar SMK Negeri 1 Pulau-Pulau Batu Diduga Tewas Dibunuh Teman Sekolah Saat Jam Belajar - Komunitas Todays

Menu

Mode Gelap
Wali Kota Jakarta Barat Hadiri Dialog Aspirasi KADIN, Dorong Sinergi Ekonomi Lintas Sektor PWI Tegaskan Negara Wajib Hadir Lindungi Wartawan, Bukan Sekadar Tanggung Jawab Moral PWI Pusat Tegaskan Kepemimpinan Kesit Budi Handoyo di PWI Provinsi DKI Jakarta PWI Pusat Prihatin Pencabutan Kartu Liputan Istana Wartawan CNN Indonesia PWI Pusat Kembali ke Rumah Lama, Awali Kepengurusan Baru dengan Doa Yatim Piatu

Daerah · 30 Oct 2025 13:14 WIB

Pelajar SMK Negeri 1 Pulau-Pulau Batu Diduga Tewas Dibunuh Teman Sekolah Saat Jam Belajar


 Pelajar SMK Negeri 1 Pulau-Pulau Batu Diduga Tewas Dibunuh Teman Sekolah Saat Jam Belajar Perbesar

Pulau Tello, Komunitastodays.co,— Dunia pendidikan kembali dikejutkan oleh peristiwa tragis yang terjadi di lingkungan sekolah. Seorang siswa SMK Negeri 1 Pulau-Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan, dilaporkan tewas setelah diduga dianiaya oleh teman sekelasnya sendiri pada saat jam belajar, Kamis (30/10/2025) sekitar pukul 10.00 WIB.

Korban berinisial S.D. Bidaya meninggal dunia setelah mengalami luka parah di bagian kepala akibat dipukul berkali-kali oleh pelaku yang diduga bernama Alfansus, juga siswa di sekolah yang sama. Insiden ini terjadi di lingkungan sekolah dan sempat menggemparkan para siswa serta tenaga pendidik.

Menurut keterangan beberapa saksi, peristiwa berdarah itu berawal dari candaan pelaku yang menyinggung nama ayah korban dengan kata-kata kasar. Korban yang tersinggung menegur pelaku agar berhenti menghina orang tuanya. Namun, teguran itu justru memicu emosi pelaku hingga berujung pada perkelahian.

“Pelaku sempat berkata kasar dan langsung memukul kepala korban berkali-kali hingga mengeluarkan darah,” ujar salah satu siswa yang menyaksikan kejadian tersebut.

Korban yang pingsan segera dilarikan ke Puskesmas Pulau Tello, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia tak lama kemudian.

Keterangan dari beberapa teman sekolah menyebutkan bahwa pelaku dikenal sering melakukan perundungan (bullying) terhadap korban dengan kata-kata kotor, bahkan saat jam istirahat. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa tindakan pelaku bukan sekadar emosi sesaat, melainkan sudah dipicu oleh konflik yang berlangsung cukup lama.

Keluarga korban menyampaikan rasa duka mendalam sekaligus menuntut keadilan atas peristiwa tersebut. Mereka meminta agar aparat penegak hukum — termasuk Kapolda Sumatera Utara, Kapolres Nias Selatan, Kapolsek Pulau-Pulau Batu, dan Kejaksaan Negeri Nias Selatan — mengusut tuntas kasus ini serta memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku, tanpa pandang usia.

“Anak kami dibunuh secara kejam. Kami mohon hukum ditegakkan dengan adil agar menjadi pelajaran bagi siswa lain. Nyawa manusia tidak bisa dijadikan bahan candaan,” ujar perwakilan keluarga korban.

Kasus ini kini dalam penyelidikan pihak kepolisian setempat. Aparat berjanji akan menelusuri motif dan kronologi lengkap kejadian, termasuk dugaan unsur pembunuhan berencana.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus kekerasan di lingkungan sekolah dan menjadi pengingat pentingnya pengawasan serta pendidikan karakter bagi pelajar agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

(Laporan: ABL / Redaksi Pulau Batu News)

Artikel ini telah dibaca 582 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menaker Yassierli Pimpin Delegasi Indonesia di Konferensi Perburuhan Internasional ke-114, Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global

8 June 2026 - 17:36 WIB

Kemnaker Matangkan Persiapan Delegasi Tripartit Indonesia Jelang ILC ke-114

29 May 2026 - 07:34 WIB

Babi Hutan Bikin Resah dan Gagal Panen, Bamsoet dan Ketua Umum Perbakin Banten Turun Berburu Tekan Populasi Babi Hutan yang Rugikan Petani

23 May 2026 - 15:51 WIB

Kemnaker Siapkan Pelatihan Berbasis AI bagi 3.100 Pemuda di Padang

16 May 2026 - 00:08 WIB

Acara Tradisi Penyambutan Warga Baru Yonif 515 UTY/9/2 Kostrad

12 May 2026 - 22:37 WIB

LMND, PC HIKMAHBUDHI, dan IMM Kabupaten Tangerang Mendesak Pemerintah serta Dinas Perhubungan Bertanggung Jawab atas Maraknya Truk Tambang Penyebab Korban Jiwa

12 May 2026 - 22:31 WIB

Trending di Berita