Jakarta, Komunitastodays.co,— Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat menerima audiensi dari pengurus wilayah Prakarsa Warga Jakarta Barat dalam rangka persiapan pelaksanaan lomba tumpengan ngampar Betawi yang akan digelar di Lapangan Pilar, Kedoya Selatan, pada Minggu, 31 Agustus 2025 mendatang.
Audiensi yang berlangsung di Kantor Wali Kota Jakarta Barat ini dipimpin oleh Ketua Prakarsa Warga Jakarta Barat, Marlin Bato, bersama jajaran pengurus serta para ketua Koordinator Kecamatan se-Jakarta Barat. Rombongan diterima oleh Sekretaris Kota Jakarta Barat, Firmanudin Ibrahim, mewakili Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto, beserta jajaran perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Rabu (27/8/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Firmanudin menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh Pemkot Jakarta Barat terhadap penyelenggaraan lomba tumpengan ngampar Betawi. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk pelestarian budaya lokal yang juga sejalan dengan semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Kami menyambut baik inisiatif Prakarsa Warga Jakarta Barat yang mengangkat budaya Betawi dalam semangat kebersamaan merayakan HUT RI ke-80. Kegiatan ini juga menjadi ruang partisipasi aktif masyarakat dalam merawat tradisi,” ujar Firmanudin.
Ketua Prakarsa Warga Jakarta Barat, Marlin Bato, menjelaskan bahwa Prakarsa Warga merupakan forum rembug lintas elemen yang terdiri dari tokoh agama, komunitas, dan politik. Ia menegaskan bahwa inisiatif ini lahir dari semangat gotong royong dan kolaborasi warga Jakarta Barat, yang sebelumnya turut berperan dalam mendukung kemenangan pasangan Mas Pram dan Bang Doel pada Pilkada 2024.
“Prakarsa Warga hadir sebagai wadah kolaboratif warga lintas latar belakang. Lomba tumpengan ngampar Betawi ini bukan sekadar lomba, tapi juga bentuk ekspresi kebersamaan warga dalam merayakan kemerdekaan dan menjaga warisan budaya,” ujar Marlin.
Lomba ini rencananya akan melibatkan berbagai komunitas warga dari seluruh kecamatan di Jakarta Barat dan diharapkan menjadi ajang silaturahmi sekaligus pelestarian budaya Betawi di tengah kehidupan kota yang dinamis.(Ferry)