Perusakan Rumah Ibadah di Padang: Krisis Intoleransi Beragama

Menu

Mode Gelap
Wali Kota Jakarta Barat Hadiri Dialog Aspirasi KADIN, Dorong Sinergi Ekonomi Lintas Sektor PWI Tegaskan Negara Wajib Hadir Lindungi Wartawan, Bukan Sekadar Tanggung Jawab Moral PWI Pusat Tegaskan Kepemimpinan Kesit Budi Handoyo di PWI Provinsi DKI Jakarta PWI Pusat Prihatin Pencabutan Kartu Liputan Istana Wartawan CNN Indonesia PWI Pusat Kembali ke Rumah Lama, Awali Kepengurusan Baru dengan Doa Yatim Piatu

Berita · 30 Jul 2025 16:14 WIB

Intoleransi Menghantam Padang, Perusakan Rumah Ibadah Kembali Terulang


 Intoleransi Menghantam Padang, Perusakan Rumah Ibadah Kembali Terulang Perbesar

Perusakan Rumah Ibadah di Padang: Tanda Bahaya bagi Toleransi Beragama
Oleh: AYS Prayogie

Wartawan Senior, CEO HI-NETWORK,
Pemimpin Redaksi Hitvberita.com,
Ketua Umum PP Media Independen Online (MIO) Indonesia

Komunitastodays.co – Jakarta| Indonesia kembali diguncang oleh peristiwa intoleransi yang melukai kehidupan beragama. Minggu petang, 27 Juli 2025, sekelompok massa menyerang rumah ibadah Jemaat Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) di RT 03 RW 09, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat.

Puluhan orang mendatangi lokasi dengan membawa balok kayu dan menghentikan ibadah yang tengah berlangsung. Jemaat dewasa dan anak-anak panik, berlarian mencari perlindungan. Kursi dan kaca rumah ibadah dirusak, menciptakan suasana teror. Rekaman video yang beredar memperlihatkan betapa brutal dan tidak berperikemanusiaannya aksi tersebut.

Perusakan ini jelas bukan hanya pelanggaran hukum, melainkan penghinaan terhadap nilai Pancasila dan konstitusi negara. Ini bukan sekadar aksi kekerasan fisik, tapi simbol nyata ancaman terhadap harmoni sosial dan kebebasan beragama yang dijamin UUD 1945.

Sayangnya, ini bukan kejadian pertama. Intoleransi beragama terus meningkat di berbagai wilayah Indonesia. Kasus di Padang adalah pengingat bahwa keberagaman yang selama ini menjadi kekuatan kita, bisa berubah menjadi sumber konflik jika tidak dijaga dan dirawat.

Baca juga: Ketua Umum GMKI : Jenderal Dudung Konsisten Melawan Intoleransi

Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi toleransi, kita tidak boleh diam. Aparat penegak hukum harus bertindak tegas. Pelaku harus dihukum seberat-beratnya agar tidak ada ruang bagi kekerasan serupa terulang kembali. Tidak boleh ada kompromi terhadap intoleransi.

Pemerintah pun harus lebih proaktif. Pendidikan toleransi dan keberagaman harus ditanamkan sejak dini. Setiap warga negara harus merasa aman menjalankan ibadahnya, tanpa rasa takut atau ancaman.

Kita tidak bisa membiarkan kekerasan terhadap rumah ibadah menjadi hal biasa. Jika hari ini rumah ibadah diserang, esok hari bisa jadi sekolah, pasar, atau rumah warga yang jadi sasaran. Keutuhan bangsa dipertaruhkan.

Bangsa ini besar karena keberagamannya. Jangan biarkan kebencian merusaknya.

Cijantung, 30 Juli 2025.

Artikel ini telah dibaca 69 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wamenaker: Kompetensi SDM Kunci Utama Hadapi Digitalisasi Global

8 May 2026 - 17:37 WIB

Kemnaker Komitmen Ciptakan Lapangan Kerja Inklusif bagi Mantan Warga Binaan

8 May 2026 - 15:48 WIB

Menaker: Kebersamaan Perkuat Ketenagakerjaan Hadapi Tantangan Global

8 May 2026 - 15:43 WIB

Munjirin Ingatkan Pelajar Jauhi Tawuran dan Narkoba Saat Isi Leadership Training Lentera 2026

7 May 2026 - 21:50 WIB

Gemilang di Kancah Dunia: SDS Islam PB Soedirman Torehkan Prestasi Internasional di SEJATI International Art and Culture Festival (IACF)

7 May 2026 - 21:38 WIB

Pemkot Jakbar Kembali Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Pegawai

7 May 2026 - 19:22 WIB

Trending di Berita