Universitas Trunajaya Bontang Terancam Ditutup, Ratusan Mahasiswa Terlunta - Komunitas Todays

Menu

Mode Gelap
Wali Kota Jakarta Barat Hadiri Dialog Aspirasi KADIN, Dorong Sinergi Ekonomi Lintas Sektor PWI Tegaskan Negara Wajib Hadir Lindungi Wartawan, Bukan Sekadar Tanggung Jawab Moral PWI Pusat Tegaskan Kepemimpinan Kesit Budi Handoyo di PWI Provinsi DKI Jakarta PWI Pusat Prihatin Pencabutan Kartu Liputan Istana Wartawan CNN Indonesia PWI Pusat Kembali ke Rumah Lama, Awali Kepengurusan Baru dengan Doa Yatim Piatu

Daerah · 1 May 2025 18:15 WIB

Universitas Trunajaya Bontang Terancam Ditutup, Ratusan Mahasiswa Terlunta


 Universitas Trunajaya Bontang Terancam Ditutup, Ratusan Mahasiswa Terlunta Perbesar

Bontang, Komunitastodays, – Nasib Universitas Trunajaya (Unijaya) Bontang kian memprihatinkan. Perguruan tinggi tertua di Kota Taman itu terancam ditutup akibat beragam persoalan administrasi yang tak kunjung diselesaikan.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyebutkan hasil pleno Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) menunjukkan bahwa Unijaya bermasalah dalam tata kelola manajemen hingga pendataan mahasiswa. Kondisi ini disebut menyulitkan upaya penyelamatan kampus.

“Ketaatan administrasi yang belum dijalankan. Tapi yang terpenting penyelamatan mahasiswa itu yang utama,” kata Neni kepada Klik Kaltim, Rabu (30/4/2025).

Meski belum mengungkapkan secara rinci sumber persoalan, Neni berharap kasus Unijaya menjadi pelajaran bagi perguruan tinggi lainnya di Bontang agar selalu patuh pada aturan pengelolaan pendidikan tinggi. Ia juga menyarankan agar perguruan tinggi lain dapat membuka peluang merger jurusan guna menampung mahasiswa Unijaya, terutama di Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bontang (STTIB) yang tengah berproses menjadi universitas.

Sementara itu, Rektor Universitas Trunajaya, Antoni Lamini, mengaku belum menerima informasi resmi dari LLDikti terkait sanksi tersebut. Ia berharap kampusnya tetap bisa beroperasi dan membuka penerimaan mahasiswa baru di masa mendatang.

“Kami belum dapat informasi apapun, dari yayasan juga belum ada. Tunggu kabar baik saja dari LLDikti,” ujarnya.

Unijaya saat ini tengah menjalani sanksi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi sejak 2024. Kampus ini dilarang menerima mahasiswa baru serta melaksanakan yudisium dan wisuda. Akibatnya, ratusan mahasiswa belum memiliki kejelasan nasib kelulusan mereka.

Antoni menyebut, pihaknya tengah melakukan pembenahan administratif yang menjadi poin utama dalam surat pembinaan dari kementerian. Ia menegaskan aktivitas perkuliahan masih berjalan normal, dengan tiga fakultas yang masih aktif: Ekonomi, Hukum, dan Teknik.

“Kami sudah informasikan ke Pemkot. Aktivitas kampus tetap berlangsung,” pungkasnya.(Hlm)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kunjungi Nagrek dan Tasikmalaya, Bamsoet Apresiasi Jawa Barat Tunjukkan Ketahanan Ekonomi di Tengah Gejolak Dunia

20 June 2026 - 17:25 WIB

Menaker Yassierli Pimpin Delegasi Indonesia di Konferensi Perburuhan Internasional ke-114, Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global

8 June 2026 - 17:36 WIB

Kemnaker Matangkan Persiapan Delegasi Tripartit Indonesia Jelang ILC ke-114

29 May 2026 - 07:34 WIB

Babi Hutan Bikin Resah dan Gagal Panen, Bamsoet dan Ketua Umum Perbakin Banten Turun Berburu Tekan Populasi Babi Hutan yang Rugikan Petani

23 May 2026 - 15:51 WIB

Kemnaker Siapkan Pelatihan Berbasis AI bagi 3.100 Pemuda di Padang

16 May 2026 - 00:08 WIB

Acara Tradisi Penyambutan Warga Baru Yonif 515 UTY/9/2 Kostrad

12 May 2026 - 22:37 WIB

Trending di Berita