Jakarta, Komunitastodays,- SMK Mutiara Bangsa mengadakan kegiatan sosial yang penuh kebahagiaan pada Rabu- Kamis, 19-20 Maret 2025, dengan mengunjungi Panti Sosial Nizam Amanah di Pegadungan, Kalideres. Jakarta Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara pesantren kilat (sanlat) yang diselenggarakan selama dua hari, yaitu pada 19-20 Maret 2025.
Kepala Sekolah SMK Mutiara Bangsa, Ade Noviawaty, saat ditemui diruangannya. Sabtu (22/3/25) menyampaikan bahwa kunjungan tersebut memberikan pelajaran berharga kepada seluruh siswa.
“Di tempat ini, kami mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dan senyuman mereka yang menghangatkan hati. Semoga kebersamaan ini membawa berkah dan kebahagiaan untuk semua, karena Ramadhan adalah waktu yang terbaik untuk berbagi,” ujarnya kepada media.
Selain berkunjung ke panti, dalam kegiatan pesantren kilat atau yang sering disebut Amaliyah Ramadhan sekolah juga mengadakan lomba-lomba dalam rangka memperdalam ilmu siswanya. Berbagai lomba dalam rangka memperdalam ilmu agama, di antaranya lomba azan, tilawatil Quran, dan ceramah. “Tujuan dari lomba-lomba ini selain untuk memperdalam ilmu agama, juga untuk mencari bakat yang dimiliki siswa,” tambah Ade.
Kegiatan sosial ini mendapat sambutan antusias dari siswa. Mereka tidak hanya menghibur anak-anak panti dengan memperdengarkan musik hadroh, tetapi juga bermain bersama.
SMK Mutiara Bangsa juga memberikan bantuan berupa Al-Quran, bacaan lain, uang, dan sembako yang dihimpun dari sumbangan para guru dan sekolah. “Uang ini diberikan dari sumbangan sekolah dan guru-guru, karena kami tidak mau membebani siswa. Yang penting, siswa kami datang untuk menghibur dan berbagi kebahagiaan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Ade berharap para siswa dapat lebih peka terhadap kondisi sosial dan lebih bersyukur atas apa yang mereka miliki. “Kami ingin siswa kami memiliki jiwa sosial dan rasa syukur atas apa yang sudah dimiliki, karena tidak semua orang memiliki apa yang kita miliki,” tutupnya.
Dengan acara ini, SMK Mutiara Bangsa tidak hanya mempererat hubungan sosial di lingkungan sekolah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi anak-anak panti asuhan yang kurang beruntung. (FN)