Jakarta, Komunitastodays,- Beberapa hari terakhir, seluruh daerah di Indonesia sedang diramaikan dengan kabar kelangkaan gas Elpiji 3kg, yang menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro. Dalam hal ini, pemerintah diharapkan mengambil kebijakan yang tepat untuk memastikan distribusi subsidi berjalan efektif. Namun, kebijakan yang dikeluarkan justru menuai keluhan dari masyarakat.
Pemerintah dikatakan ingin memaksimalkan subsidi gas Elpiji 3kg agar tidak disalahgunakan oleh pengusaha kecil yang menaikkan harga secara sepihak. Sayangnya, langkah ini justru membuat rakyat kecil yang bergantung pada gas untuk kebutuhan sehari-hari merasa kesulitan. Masyarakat di banyak daerah melaporkan antrean panjang yang memakan waktu berjam-jam, sementara lokasi penjualan gas tidak selalu terjangkau atau mudah ditemukan. Tak jarang, mereka yang sudah mengantre pun tidak kebagian gas.
Bahkan, pedagang kecil yang sangat bergantung pada pasokan gas ini untuk usaha mereka pun merasa dirugikan. Mereka tidak hanya harus mengantre panjang, tetapi juga menghadapi ketidakpastian apakah mereka bisa mendapatkan pasokan yang cukup untuk melanjutkan usaha. Ketidakpastian ini mengganggu kelangsungan usaha mikro yang berperan penting dalam perekonomian lokal.
Berdasarkan pengamatan dari sejumlah sumber dan laporan media, banyak yang menilai kebijakan baru terkait gas Elpiji 3kg ini kurang bijak. Beberapa bahkan menyebutkan dampak yang ditimbulkan sangat merugikan rakyat kecil.
Dalam konferensi persnya pada 3 Februari 2025, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa gas Elpiji 3kg tidak mengalami kelangkaan dan tidak ada pembatasan.
“Bulan lalu dan bulan sekarang sama saja, subsidi full dan tidak ada yang dipangkas. Selama ini Pertamina menyuplai ke agen, agen menyuplai ke pangkalan, pangkalan menyuplai ke pengecer. Laporan yang masuk ke kami ada yang main harga,” jelas Bahlil.
Namun, pernyataan Menteri Bahlil tersebut dirasa kurang relevan dengan kenyataan yang terjadi di lapangan. Memang benar bahwa harga gas Elpiji 3kg dari Pertamina hingga ke tangan masyarakat sekitar Rp24.000, tetapi masyarakat mengeluhkan biaya akomodasi dan transportasi yang membebani mereka. Banyak yang merasa lebih baik harga tetap Rp24.000, asalkan gas tersedia secara merata dan mudah dijangkau.( Trio Anggara Ketua HIKMAHBUDHI Tangsel)









