Menu

Mode Gelap
Sertijab Menko Polhukam, Menko Hadi: Ada Dua Prioritas Utama Yang Harus Dijalankan Presiden RI Joko Widodo Apresiasi Insan Pers Dalam Berdemokrasi di HPN 2024 Besok, AHY Dilantik Jadi Menteri, Kenapa? Hari Pertama Puncak Peringatan HPN 2024, PWI Pusat Gelar Seminar ‘Masa Depan Jakarta Pasca IKN Beda Tipis! Hasil Suara Capres di DKI Jakarta, Anies VS Prabowo

Berita ยท 4 Dec 2023 20:50 WIB

Diklat Jurnalistik NasionalNews.id Kupas Pers dalam Literasi Cyber Society


 Diklat Jurnalistik NasionalNews.id Kupas Pers dalam Literasi Cyber Society Perbesar

Banyumas, Komunitastodays, – Pers adalah sebagai penyambung lidah dalam mempertegas literasi Cyber Society. Pentingnya hal itu menjadi salah satu materi dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Jurnalistik NasionalNews.id yang mengangkat tema, “Tingkatkan Kualitas dan Profesionalisme Wartawan”, yang digelar di Bukit Tengtung Baturraden, Kabupaten Banyumas, Sabtu (2/12/2023).

Cyber Society merupakan kondisi masyarakat yang tercipta sebagai konsekuensi akibat perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya internet.

Pemerhati Media Sosial, Ehadiwijoyo menyatakan, penemuan internet telah menghasilkan ruang dan media baru dengan karakteristik masyarakat yang berbeda, dan juga munculnya budaya-budaya baru.

“Cyberspace atau ruang maya telah melahirkan tipe masyarakat baru yang begitu interaktif dalam berkomunikasi,” terangnya.

Menurutnya, tak hanya sekadar menjadi konsumen dari berbagai macam informasi dan media baru yang lebih dikenal dengan istilah konten, namun khalayak umum dapat pula berperan sebagai produsen sekaligus distributor informasi dan konten media baru.

“Secara kategoris kehidupan masyarakat modern sekarang dapat dibedakan dalam tiga macam masyarakat, yaitu masyarakat realitas, masyarakat simbolik dan masyarakat siber atau cyber society,” kata Ehadiwijoyo yang familiar disapa Erwin.

Tujuan diangkatnya tema ini dalam Rapat Kerja (Raker) 2023 dan Diklat Jurnalistik NasionalNews.id di Banyumas, lanjut Erwin, agar insan pers bisa lebih mengambil peran menjadi penyambung lidah dalam memberikan arahan kepada khalayak luas, dalam literasi menjadi rakyat masyarakat maya atau The Cyber Society People, dan menjadikan dunia Cyber sebagai salah satu lahan mencari ilmu, nafkah dan bersosialisasi.

“Fenomena masyarakat realitas, merujuk pada masyarakat yang menciptakan dan mengolah makna, yang terbentuk oleh interaksi sosial di dunia nyata. Masyarakat simbolik adalah masyarakat yang dibentuk oleh konstruksi media atas realitas yang terjadi di dalam masyarakat. Sedangkan masyarakat siber atau cyber society berada dalam struktur model komunikasi yang kompleks,” tuturnya.

Secara mendasar, jelas Erwin, setiap orang dipaksa untuk melek atau harus tahu media digital yang berbasis pada teknologi digital, sebagai syarat untuk bisa menjadi konsumen informasi maupun produsen informasi. Di dalam masyarakat siber terjadi implotion realitas atau membooming, di mana realitas nyata dan realitas simbolik bercampur dengan realitas palsu akhirnya menimbulkan ledakan ke dalam dan mengaburkan realitas di dalamnya.

“Kebenaran menjadi semakin sulit untuk ditemukan dalam kehidupan masyarakat siber, karena tumbuh suburnya realitas palsu tersebut,” pungkasnya. (Gltm/red)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gelar Isra Mi’raj, Ratusan Warga Padati Masjid Assalaamatul Waqfiyah

18 February 2024 - 18:27 WIB

Komedian Komeng Menuju Senayan Bermodal Foto Nyeleneh

17 February 2024 - 19:15 WIB

Pemerintah Resmi Terbitkan KTP Digital, Begini Caranya

15 February 2024 - 21:44 WIB

Pesan Kawulo Alit ke Prabowo Gibran Presiden dan Wapres Terpilih Pilpres 2024 (quick count)?

15 February 2024 - 15:50 WIB

Semarak Pesta Demokrasi 2024 di Lapas Ciangir

14 February 2024 - 19:38 WIB

Kapolda Sumut: Momentum Tingkatkan Hubungan Sesama Manusia!

12 February 2024 - 17:38 WIB

Trending di Berita