Tiga Harimau Sumatra Lahir di Sanctuary Barumun - Komunitas Todays

Menu

Mode Gelap
Wali Kota Jakarta Barat Hadiri Dialog Aspirasi KADIN, Dorong Sinergi Ekonomi Lintas Sektor PWI Tegaskan Negara Wajib Hadir Lindungi Wartawan, Bukan Sekadar Tanggung Jawab Moral PWI Pusat Tegaskan Kepemimpinan Kesit Budi Handoyo di PWI Provinsi DKI Jakarta PWI Pusat Prihatin Pencabutan Kartu Liputan Istana Wartawan CNN Indonesia PWI Pusat Kembali ke Rumah Lama, Awali Kepengurusan Baru dengan Doa Yatim Piatu

Nasional · 8 Feb 2022 19:34 WIB

Tiga Harimau Sumatra Lahir di Sanctuary Barumun


 Tiga Harimau Sumatra Lahir di Sanctuary Barumun Perbesar

Medan, Komunitastodays,-Kabar gembira, tiga ekor anak harimau sumatra  (Panthera tigris sumatrae) lahir di Sanctuary Harimau Barumun, diperkirakan pada Minggu, 23 Januari 2022. Awal kelahiran ini diketahui Keeper Sanctuary dari pengamatan CCTV pemantau yang beroperasi 24 jam, dan kemudian melaporkannya kepada Yayasan Parsamuhan Bodichita Mandala Medan (YPBMM) untuk selanjutnya diteruskan kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara.

Dari hasil pengamatan langsung petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara, dipastikan terdapat 3 anak harimau sumatera yang sedang disusui induknya. Anak-anak harimau tersebut terlihat dalam kondisi sehat dan belum dapat membuka mata. Adapun jenis kelamin ketiganya belum bisa diindentifikasi disebabkan kesulitan mengamatinya dari jarak dekat, karena kandangnya yang luas dan ditutupi semak belukar. Kondisi kandang memang dibuat sedemikian rupa menyerupai kondisi di alam, dimana terdapat pepohonan, semak belukar dan sumber air. Pemantauan terus dilakukan melalui pengamatan CCTV untuk memonitor perkembangannya.

Sebelumnya 3 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 8 Desember 2018, di tempat yang sama juga telah lahir 2 ekor anak harimau sumatra, berjenis kelamin jantan dan betina yang diberi nama “Surya Manggala” dan “Citra Kartini”. Saat ini kedua anak harimau tersebut sudah berumur 3 tahun dan sedang disiapkan untuk dilepasliarkan ke alam.

Tahapan untuk proses pelepasliaran sudah dilakukan, mulai dari pengamatan perilaku harian, analisis perilaku, pemeriksaan kesehatan dan persiapan lokasi pelepasliaran. Dari  hasil pemeriksaan kesehatan dan analisis perilaku yang dilakukan Balai Besar KSDA Sumatera Utara bekerjasama dengan YPBMM dan Forum Harimau Kita, Surya Manggala dan Citra Kartini direkomendasikan layak untuk segera dilepasliarkan ke alam. Rencana pelepasliaran kedua anak harimau tersebut masih menunggu hasil survey lokasi.

Kelima anak harimau ini lahir dari indukan yang sama, yaitu “Gadis” dan “Monang”. Gadis merupakan harimau korban konflik (terkena jerat) di daerah Kabupaten Mandailing Natal yang dibawa ke Sanctuary Harimau BNWS (Barumun Nagary Wildlife Sanctuary) tahun 2016. Akibat terkena jerat, Gadis harus diamputasi kaki kanannya sebelah depan. Umur Gadis saat ini diperkirakan sekitar 10 tahun.

Sedangkan Monang merupakan harimau jantan yang berhasil dievakuasi dari Desa Dolok Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun pada tahun 2017. Harimau yang terkena jerat di perkebunan warga ini dievakuasi dan diobati di Sanctuary Harimau Barumun. Untuk keamanan, Monang yang saat ini diperkirakan berumur 9 tahun, berada di dalam kandang tersendiri, terpisah dari  Surya Manggala dan Citra Kartini, dan juga dari Gadis serta ketiga anak harimau yang baru lahir.

Plt. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Irzal Azhar, mengatakan kelahiran kembali 3 ekor anak harimau sumatra, setelah Surya Manggala dan Citra Kartini, menjadi harapan baru bagi program konservasi harimau sumatra di Indonesia, mengingat kondisi populasinya sekarang ini cenderung terus berkurang dari tahun ke tahun. Menurutnya, pengurangan populasi disebabkan  banyak faktor, antara lain akibat perburuan, pemasangan jerat yang mengakibatkan luka atau kematian, dan juga masih tingginya konflik dengan manusia akibat dari rusaknya habitat.

Sanctuary Harimau BNWS  yang terletak di Desa Batunanggar, Kecamatan Batangonang, Kabupaten Padanglawas Utara, merupakan tempat yang dibangun Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerjasama dengan Yayasan Parsamuhan Bodichita Mandala Medan (YPBMM) pada tahun 2016, dengan tujuan sebagai tempat untuk merehabilitasi harimau korban konflik.

“Tempat ini menyiapkan harimau sumatra korban konflik untuk bisa dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya”, ungkap Irzal di Medan (4/2/2022).

Di Sanctuary Harimau Barumun yang memilki luas 30 ha ini terdapat 8 (delapan) ekor harimau sumatera yang sedang menjalani perawatan dan rehabilitasi, yaitu: Harimau sumatra Gadis (10 tahun), Monang (9 tahun), Surya Manggala (3 tahun dan siap dilepasliarkan), Citra Kartini (3 tahun dan siap dilepasliarkan), Dewi Siundol (6 tahun korban konflik dan sedang direhabilitasi), serta 3 ekor anak harimau sumatera yang lahir pada 23 Januari 2022.(ferry)

 

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menaker Ajak Generasi Muda Amalkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

1 June 2026 - 21:01 WIB

Akhiri Penantian 22 Tahun, Pemerintah dan DPR Setujui RUU PPRT Disahkan Jadi Undang-Undang

21 April 2026 - 17:50 WIB

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

19 April 2026 - 11:06 WIB

Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Harus Dikawal, Tantangan Ada pada Implementasi

11 April 2026 - 14:48 WIB

Antusiasme Tinggi, Menaker Ajukan Tambahan 150 Ribu Kuota Magang Nasional 2026

11 April 2026 - 14:41 WIB

Kemnaker Siapkan Reward bagi Perusahaan yang Fasilitasi Peserta MagangHub Kantongi Sertifikasi Kompetensi

7 April 2026 - 09:38 WIB

Trending di Ekbis